HISTOPATHOLOGICAL FEATURES OF LIVER THAT IS CHRONICALLY INDUCED BY PARAQUAT DICHLORIDE IN WISTAR RAT (Rattus norvegicus albinus)
WONG, SHU HUI, Dr, drh. Tri Wahyu Pangestiningsih, MP
2016 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANParakuat diklorida (1,1'-dimetil-4,4' bipyridylium diklorida) adalah salah satu herbisida yang efektif dan sering dipilih untuk mengontrol rumput liar. Aplikasi berulang herbisida ini dipakai untuk pengendalian gulma di ladang pertanian, namun jika parakuat memasuki tubuh, akan terdistribusi dengan cepat oleh darah menuju ke semua organ dan jaringan, termasuk ginjal, jantung, sistem saraf pusat, paru-paru dan hati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari perubahan histopatologi hati tikus akibat pemberian paraquat diklorida secara kronis. Tiga puluh enam ekor tikus putih (Rattus norvegicus albinus) betina berumur 15 minggu dibagi menjadi enam kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari enam ekor tikus. Kelompok I adalah kelompok kontrol yang disuntik dengan aquabidest. Kelompok II hingga VI disuntik parakuat diklorida secara intraperitoneal sekali seminggu selama 12 minggu dengan dosis berturut-turut: 2,5; 5; 7,5; 10 dan 12,5 mg/kg bb. Setelah perlakuan, tikus dibius menggunakan ketamine dan xylazine, difiksasi dalam larutan buffered formalin 10% dengan cara perfusi intrakardial. Hati dikoleksi dan dibuat preparat histologi menggunakan metode parafin dan diwarnai menggunakan hematoxylin-eosin (HE). Histologi hati diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perubahan histopatologi hati yang progresif dengan peningkatan dosis parakuat diklorida. Kelompok kontrol menunjukkan struktur histologi hati tikus yang normal, sedangkan pada kelompok perlakuan parakuat diklorida berdosis 2.5 mg/kg bb dan selanjutnya memperlihatkan perubahan seperti vakuolasi pada hepatosit dan pelebaran sinusoid. Perubahan histopatologi hati terlihat semakin parah pada tikus yang diberi parakuat diklorida dengan dosis yang lebih tinggi.
Paraquat dichloride (1,1'-dimethyl-4,4' bipyridylium dichloride) is an effective herbicide and often the herbicide of choice to control weed. Repeated applications of this herbicide is practised for weed control in agricultural field. If paraquat dichloride enters the body, it is distributed quickly by blood to reach all organs and tissues, including kidney, heart, central nervous system, lung and liver. The aim of this research was to observe the histopathological changes in the rat livers that were chronically exposed to paraquat dichloride. Thirty-six female Wistar rats (Rattus norvegicus albinus), aged 15 weeks old, were divided into six groups with each group consists of six rats. Group I is a control group in which the rats were injected with aquabidest. Group II to VI were injected with paraquat dichloride intraperitoneally once a week for 12 weeks with the dosages: 2.5; 5; 7.5; 10 and 12.5 mg/kg bw respectively. After the treatment, rats were anesthesized by ketamine and xylazine, fixation was done in a buffered formalin 10% solution by intracardiac perfusion. The livers were collected and then made into histology slides using paraffin method and hematoxylin-eosin (HE) staining. The slides were then observed using light microscope and the results of observation were analyzed descriptively. From the observation, the histopathological changes of liver are progressive with the increase of paraquat dichloride dosages. The control group shows the normal histological structure of the liver whereas in groups treated with 2.5 mg/kg bw of paraquat dichloride and above show histopathological changes such as vacuolation of hepatocytes and dilation of sinusoids. Histopathological changes in livers are seen to be more severe as the dosage of paraquat dichloride increases.
Kata Kunci : paraquat dichloride, rats, liver, HE, histopathological changes