Hubungan Citra Tubuh dengan Depresi pada Anak dengan Systemic Lupus Erythematosus di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
AYUNINGTYAS SATYA LESTARI , Itsna Luthfi Kholisa, S.Kep., Ns., MANP
2016 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit multisistem yang ditandai dengan produksi autoantibodi dan pengumpulan komplek imun di jaringan. Manifestasi klinis maupun efek samping pengobatan SLE pada anak dapat menimbulkan berbagai masalah terkait penampilan fisik yang dapat mempengaruhi citra tubuh anak. Citra tubuh yang buruk dapat menjadi awal dari terjadinya depresi. Penelitian mengenai hubungan citra tubuh dengan depresi pada anak dengan SLE khususnya di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta belum pernah dilakukan, sehingga diperlukan suatu penelitian untuk mengetahui hubungan citra tubuh dengan depresi pada anak dengan SLE di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Tujuan: Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan citra tubuh dengan depresi pada anak dengan SLE di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Tujuan khusus penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pasien, mengetahui gambaran citra tubuh, dan mengetahui gambaran depresi pada anak dengan SLE. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Proses pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 19 responden. Instrumen penelitian menggunakan Body Image Lupus Scale (BILS) dan Child Depression Inventory (CDI). Analisis data bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Fischer test. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (84,2%) dengan rata-rata usia 14,7 tahun. Sebanyak 52,6% pasien anak dengan SLE memiliki citra tubuh yang buruk. Sebanyak 89,47% responden tidak mengalami depresi. Berdasarkan uji Fischer Test diketahui bahwa secara statistik tidak ada hubungan citra tubuh dengan depresi. Kesimpulan: Tidak ada hubungan citra tubuh dengan depresi.
Background: Systemic Lupus Erythematosus (SLE) is multisystem disease that produce autoantibody and accumulation imune complex in tissue. Clinical manifestation and side effect of drugs in children with SLE make some problem on appearance children and influence their body image. Poor body image can result in depression. There is not research yet about relationship between body image and depression of children with SLE in Sardjito Hospital Yogyakarta. Therefore research about body image and depression is needed. Objective: General objective of this research was to know relationship between body image and depression of children with SLE in Sardjito Hospital Yogyakarta. Specific objective was to know about patients characteristic, body image, and depression in children with SLE. Method: This was cross-sectional reasearch with quantitative approach. Sampling technique in this research was total sampling with 19 respondents. Instrument of this research was Body Image Lupus Scale (BILS) and Child Depression Inventory (CDI). Data were analyzed used Fischer Test. Result: Mayority of subjects were female (84,2%) with average of age was 14,7 years old. There were 52,6% children with SLE that have poor body image and 89,47% were no depression. Based on Fischer Test, there was no relationship between body image and depression. Conclusion: There was no relationship between body image and depression.
Kata Kunci : citra tubuh, depresi, systemic lupus erythematosus anak