Laporkan Masalah

STRATEGI BERTAHAN HIDUP KEPALA RUMAH TANGGA PEREMPUAN BERSTATUS CERAI DI KECAMATAN LAHAT KABUPATEN LAHAT

MUHAMAD NIZAR AZIZI, Dr. Sukamdi, M.Sc; Dr. Wiwik Puji Mulyani, M.Si

2016 | Tesis | S2 Kependudukan

Strategi bertahan hidup merupakan respon terhadap kondisi sulit atau cara-cara yang dilakukan dalam pemenuhan kebutuhan rumahtangga, terutama rumahtangga miskin. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji secara mendalam strategi bertahan hidup kepala rumahtangga perempuan berstatus cerai di Kecamatan Lahat dalam mempertahankan kelangsungan hidup rumahtangga, (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepala rumahtangga perempuan berstatus cerai dalam memilih strategi bertahan hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian campuran (mixed method) yaitu mengkombinasikan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Untuk metode kuantitatif digunakan survei dengan menggunakan kuesioner dalam mengumpulkan data. Responden dalam penelitian ini adalah semua kepala rumahtangga perempuan berstatus cerai di lokasi penelitian sebanyak 136 responden. Sementara itu untuk kualitatif digunakan metode "field research" dengan cara wawancara mendalam kepada informan yaitu kepala rumahtangga perempuan berstatus cerai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bertahan hidup yang di pilih lebih dominan pada strategi aktif, yaitu sebesar 56,6% dengan memanfaatkan sumberdaya rumahtangga dan melakukan diversifikasi pekerjaan. Sebesar 13,2% kepala rumahtangga perempuan cerai melakukan strategi pasif dengan melakukan penghematan baik makanan dan non makanan. Sebesar 30,2% kepala rumahtangga perempuan cerai melakukan strategi jaringan sosial dengan cara berhutang atau mendapat bantuan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pemilihan strategi bertahan hidup adalah jumlah anggota rumahtangga, tingkat pendapatan rumahtangga, dan kepemilikan aset rumahtangga.

Survival strategy is a response to the difficult conditions or a way in fulfilling the needs of households, especially poor households. The objectives of the research are: First, to find out survival strategy applied by divorced female headed household in maintaining survival strategy of household in Subdistrict of Lahat; Second, to find out factors which affects divorced female headed household in choosing survival strategy. The method of the research uses mix-method combining of quantitative and qualitative. Quantitative method uses survey by using a questionnaire to collect data. The respondents of the survey are all divorced female headed household in research location. Data are gathered from 136 respondents. Meanwhile, qualitative method uses "field research" by using indepth interview to selected informants. The findings show that the strategy selected by divorced female headed household is active strategy 56,6 % through diversification and maximize the utilization of household members. There are 13,2 % divorced female headed household use consumption and non-consumption saving as strategy. The divorced female headed household in some way 30,2 % pursuing a strategy of social networking by borrowing or getting help. Socio-economic factors that affect in choosing survival strategy is the number household members, household income level, and household asset ownership .

Kata Kunci : Survival Strategy, Social-Economy, Divorce

  1. S2-2016-359359-abstract.pdf  
  2. S2-2016-359359-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-359359-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-359359-title.pdf