HAK ANAK LUAR KAWIN TERHADAP HARTA PENINGGALAN AYAHNYA SETELAH PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR : 46/PUU-VIII/2010 MENURUT HUKUM ISLAM (STUDI PENETAPAN NOMOR : 0156/PDT.P/2013/PA.JS)
GITA SEVTANIA WARDHANI, Hartini, S.H., M.,Si.
2016 | Tesis | S2 KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk hubungan keperdataan antara anak luar kawin dengan ayah biologisnya setelah keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi dan untuk mengetahui sifat penetapan yang menentukan adanya kewajiban untuk memberikan wasiat wajibah maksimal 1/3 bagian pada Penetapan Pengadilan Agama Jakarta Selatan Nomor : 0156/Pdt.P/2013/PA.JS, menurut Hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, yang menitikberatkan kepada penelitian dokumen dan ketentuan perundang-undangan. Pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran bahan kepustakaan. Penelusuran bahan kepustakaan dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mempelajari bahan hukum yang bersumber dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Setelah seluruh data terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun anak luar kawin tidak memiliki hubungan nasab dengan lelaki yang menyebabkan kelahirannya namun antara keduanya memiliki hubungan keperdataan terbatas, yaitu ayah biologis berkewajiban untuk mencukupi kebutuhan hidup anak luar kawin tersebut sampai dewasa atau berdiri sendiri dan memberikan sejumlah harta yang telah ditentukan besarnya oleh hukum melalui wasiat wajibah maksimal 1/3 bagian harta peninggalan setelah ia meninggal dunia. Penetapan tersebut bersifat tidak imperatif karena hanya merupakan kebenaran sepihak, kekuatannya hanya mengikat diri para pemohon sehingga tidak memiliki nilai kekuatan pembuktian pada pihak manapun. Karena penetapan tidak mempunyai kekuatan eksekutorial maka tidak dapat diminta eksekusi pada Pengadilan.
This study aims to know form of relationship between illegitimate child with his biological father after the release of the decision of the Constitutional Court and to determine the nature of the determination which determines the obligation to meet the needs of illegitimate child to adulthood and 1/3 a maximum amount of legacy at the decision of South Jakarta Religious Court No. 0156 / Pdt.P / 2013 / PA.JS, according to Islamic law. This study uses normative juridical approach, with an emphasis on the study of documents and statutory provisions. Data collected by the literature search. Search the literature was done by collecting and studying legal materials sourced from the primary legal materials, secondary and tertiary. Once all the data is collected and analyzed using qualitative analysis. The results showed that although the illegitimate child does not have nasab relationship with a man who caused his birth, however between them have limited civil relationship. The biological father is obligated to provide the needed to the illegitimate child until adulthood or stand alone and provide a number of treasures that have been determined by the magnitude of the law by a wasiat wajibah, 1/3 of maximum amount of legacy after he died. Such determination is unimperative because it is only the truth unilaterally, just bind the applicant so it has not value of the strength of evidence to any parties. Such determination has not execution strenght so it could not execute to the court.
Kata Kunci : Anak Luar Kawin, Waris Islam, Hukum Islam