TEKTONIKA BAMBU PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PARIWISATA DI BANTUL YOGYAKARTA
KHAIRINA HARDINI, KURNIA WIDIASTUTI, S.T., M.T.
2016 | Skripsi | S1 ARSITEKTURSekolah Menengah Kejuruan Pariwisata dengan menggunakan teori tektonika bambu di Bantul Yogyakarta merupakan solusi dari permasalahan bangunan yang ada di Bantul. Membahas mengenai berbagai macam teori-teori tinjauan tentang teori arsitektur tektonika yang akan menjadi bagian dalam penekanan konsep bangunan ini. Secara khusus membahas mengenai tektonika bambu sebagaimana bambu merupakan potensi daerah Bantul Yogyakarta. Selain itu juga membahas mengenai berbagai standar-standard desain bangunan sekolah khususnya untuk SMK Pariwisata. Permasalahan tapak utama yang akan diselesaikan adalah bagaimana mendesain SMK Pariwisata sebagai fasilitas pendidikan sekaligus sebagai fasilitas wisata yang mengedukasi lingkungan di sekitar mengenai bangunan yang ramah lingkungan sesuai dengan program keahlian pada SMK Pariwisata dan dapat memanfaatkan potensi dan merespon keadaan pada tapak. Kampung kitiran ini akan diimplementasikan pada tapak dan bangunan untuk menyelesaikan permasalahan utama yaitu konstruksi dominasi bambu yang atraktif dan tahan gempa, fleksibilitas bangunan terhadap tren pendidikan, serta penghawaan dan pencahyaan bangunan.
Tourism Vocational High School by using bamboo tectonics theory in Bantul, Yogyakarta is the solution of the existing building problems in Bantul. Discussing about various theories of tectonic architecture theory which will be part of the emphasis on the concept of this building. Specifically discusses about bamboo tectonics which is bamboo as a potential building material of Bantul, Yogyakarta area. It is also discusses the various standards of school building especially for Tourism Vocational High School. The main problem will be solved is how to design Tourism Vocational High School as well as educate about the friendly environment surround the buildings according to the program of vocational skills and be able to exploit the potential of tourism and respond to the situation at the site. Kampung kitiran will be implemented at the site and the buildings to solve the major problems how to create an attractive and earthquake resistant bamboo dominated construction, how to create building flexibility, and how to solve the problem about cooling and lightning of the building.
Kata Kunci : tectonics, bamboo, education, tourism