PENYELESAIAN KREDIT MACET DENGAN JAMINAN FIDUSIA ATAS BARANG PERSEDIAAN PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK CABANG MAKASSAR AHMAD YANI
SITI DESTYA NURRAHMA, Pitaya, S.H.,M.Hum.
2016 | Tesis | S2 KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penyelesaian kredit macet dengan jaminan fidusia atas barang persediaan dalam hal jumlah barang persediaan pada saat kredit tersebut macet tidak sesuai dengan yang diperjanjikan pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Makassar Ahmad Yani. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan yuridis empiris (emperical legal). Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data tersebut diperoleh melalui penelitian kepustakaan yaitu dengan teknik studi dokumenter dan penelitian lapangan yang dilakukan dengan teknik wawancara. Dan data yang diperoleh kemudian akan dianalisa dengan cara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah yang ditempuh oleh BRI Makassar Ahmad Yani dalam hal terjadinya kredit bermasalah adalah restrukturisasi kredit, penyelesaian kredit bermasalah secara damai, dan penyelesaian melalui saluran hukum. Mekanisme yang ditempuh oleh BRI Makassar Ahmad Yani dalam hal terjadi kredit macet, yaitu diawali dengan pemberian surat peringatan 1, 2, dan 3, apabila tidak ada respon yg baik maka akan dilakukan ekseskusi yang diawali dengan negosiasi dengan pihak debitur untuk memilih langkah eksekusi apa yang akan ditempuh, dapat berupa penjualan di bawah tangan, parate eksekusi melalui lelang secara umum, maupun fiat eksekusi melalui Pengadilan Negeri. Dalam hal jumlah benda persediaan pada saat kredit tersebut macet tidak sesuai dengan yang diperjanjikan, maka tetap akan dilakukan eksekusi terhadap benda persediaan tersebut melalui cara-cara yang telah disebutkan di atas, berapapun sisa benda persediaan yang ada. Dalam hal terjadi kekurangan untuk pelunasan hutangnya, secara hukum pihak BRI Makassar Ahmad Yani dapat menuntut hingga asset pribadi. Upaya terakhir yang dapat ditempuh adalah dengan melakukan hapus buku atau penghapusan secara bersyarta atau conditional write-off yang sudah lazim digunakan oleh bank untuk menurunkan tingkat rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan) yang ditujukan untuk meningkatkan tingkat kesehatan bank.
This study aims to understanding and analysing the settlement of non-performing loans with inventory as the fiduciary objects, when the value of inventory does not conform with the commitment made with PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. branch Makassar Ahmad Yani. This research was done by empirical legal approach, which is a research based on legal principles in Indonesia that are tied to the phenomenons as found during the research. Data that are collected in this research is primary and secondary data. The Data are collected by literatures review (library research) with documentary technique and field research with interview. The data, which were collected both through library research (secondary data) and through field research (primary data), were analysed qualitatively Based on the research finding at BRI Makassar Ahmad Yani, in the case where debtors are not cooperative with the bank, the bank will undertake some mechanisms starting from First, Second, and Third Warning Letter as a warning to quickly fulfill the obligation to repay the debts or to do restructuring in accordance with the applicable rules. If the attempt to do friendly settlement fails, then the bank will proceed with legal settlement through parate eksekusi by auctioning or bringing the case to the Court.There are times where the sale proceeds do not meet the required amount of funds to clear the debt, interest rates, and late charges. When this occurs, it is a lawful action for BRI Makassar Ahmad Yani to requisition the private assets of the irresponsible lenders. If the other attempts do not provide any satisfactory outcomes, then the bank will take the last attempt. This attempt is to apply the bank�s regulations such as to fully or conditionally void the obligation or do conditional write-off that are commonly used by any banks to reduce the ratio of bad credits and strengthen their quality. If the other attempts such as intensive billing, reconditioning, rescheduling, restructuring, and collateral selling do not provide any satisfactory outcomes.
Kata Kunci : kredit macet, jaminan fidusia, benda persediaan