Laporkan Masalah

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PEMANFAATAN PUSAT INFORMASI DAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (PIK-KRR) DI SMA NEGERI 1 SRANDAKAN

DIAS PUTRI K, Wiwin Lismidiati, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Mat

2016 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Remaja membutuhkan perhatian serius karena rentan terjadi permasalahan kesehatan reproduksi. Pemerintah melalui BKKBN telah melaksanakan program kesehatan reproduksi bernama PIK-KRR di sekolah. Masalah yang dihadapi adalah masih terdapat perbedaan pemanfaatan PIK-KRR di beberapa wilayah Indonesia. Banyak faktor yang mempengaruhi pemanfaatan PIK-KRR antara lain pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi dengan pemanfaatan PIK-KRR. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian non eksperimental dengan rancangan studi cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 157 siswa SMA kelas XI dan XII. Sebanyak 14 siswa tidak memenuhui kriteria penelitian. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan, sikap tentang kesehatan reproduksi, dan pemanfaatan PIK-KRR. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan total sampling. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Fischer dan uji Chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dalam kategori tinggi (95,1%), remaja memiliki sikap positif terhadap kesehatan reproduksi (53,1%), tingkat pemanfaataan PIK-KRR dalam kategori tinggi (48,2%), ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan pemanfaatan PIK-KRR (p=0,002) dan sikap tentang kesehatan repoduksi dengan pemanfaatan PIK-KRR (p=0,006). Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi berhubungan dengan pemanfaatan PIK-KRR.

Background: Adolescents need serious attention because they are vulnerable to against the reproductive health problems. The goverment throught BKKBN has implemented reproductive health services program called PIK-KRR. The problem faced is there are differences usage of PIK-KRR in some areas in Indonesia. Factors causing differences in utilization of PIK-KRR are knowledge and attitude of reproductive health. Objective: To know the correlation between knowledge and attitude of reproductive health with utilization of PIK-KRR. Methods: The kind of research is non experimental by using cross sectional research plan. The sample of the research are 157 students among XI and XII grader of SMA N 1 Srandakan. 14 students did not fullfill the reseach criteria. The variable are knowledge of reproductive health, attitude of reproductive health, and utilization to PIK-KRR. Technique of collecting data is total sampling. Analizing the data is by using univariat and bivariat analysis. Bivariat analysis uses Fishcer and Chi-Square test. Results: The result analysis shows the knowledge of reproductive health is in high category (95,1%), Adolescents have the positive attitude to the reproductive health (53,1%), the utilization of PIK-KRR is in high category (48.2), there is significant correlation between reproductive health and the utilization of PIK-KRR (p= 0,002) and attitude of reproductive health with PIK-KRR (p=0,006). Conclusion: Knowledge and attitude of reproductive health correlate to the utilization of PIK-KRR.

Kata Kunci : kesehatan reproduksi, pemanfaatan, pengetahuan, sikap, remaja

  1. S1-2016-335499-abstract.pdf  
  2. S1-2016-335499-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-335499-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-335499-title.pdf