Tingkat Pengetahuan Polisi Lalu Lintas Tentang Penanganan Luka Dan Perdarahan Pada Korban Kecelakaan Lalu Lintas Di Kabupaten Sleman Yogyakarta
STEVANI ELIONORE, Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep
2016 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar belakang : Masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sleman, Yogyakarta mengharuskan polisi lalu lintas memiliki keterampilan khusus yaitu penanganan luka dan perdarahan pada korban kecelakaan lalu lintas. Untuk dapat melakukan penanganan luka dan perdarahan pada korban kecelakaan lalu lintas, polisi lalu lalu lintas harus memiliki pengetahuan yang berhubungan dengan penanganan luka dan perdarahan. Pengetahuan yang bisa dimiliki tentang penanganan luka dan perdarahan diantaranya tentang pengertian, cara penanganan, dan komplikasi yang bisa terjadi jika penanganan luka dan perdarahan tidak dilakukan dengan benar. Tujuan : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan polisi lalu lintas tentang penanganan luka dan perdarahan pada korban kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sleman. Metode : penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik non-eksperimental dengan metode kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 97 responden yang berprofesi sebagai polisi lalu lintas di Polres Sleman dan 14 Polsek di wilayah Kabupaten Sleman. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner pengetahuan. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariabel dengan teknik statistik deskriptif. Hasil : pada penelitian ini menunjukkan sebanyak 16,5% responden memiliki pengetahuan baik, 67,0% responden memiliki pengetahuan cukup, dan 16,5% responden memiliki pengetahuan kurang mengenai pengetahuan tentang penanganan luka dan perdarahan pada korban kecelakaan lalu lintas. Kesimpulan : tingkat pengetahuan polisi lalu lintas tentang penanganan luka dan perdarahan pada korban kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sleman masuk dalam kategori cukup.
Background: The high number of traffic accidents that occur in Indonesia, particularly in the district of Sleman, Yogyakarta requires that the traffic police are equipped with a special skill of handling wounds and bleeding on victims of traffic accidents. In order to make the handling injuries and bleeding on victims of traffic accidents, the traffic police should have knowledge related to the handling of wounds and bleeding. The knowledge of handling such wounds and bleeding include definition, how to handling, and complications possibly occurs if treatment of wounds and bleeding is not carried out properly. Objective: To determine the level of knowledge of traffic police about handling wounds and bleeding on victims of traffic accidents in Sleman. Methods: This is a descriptive and analytical of non experimental study with quantitative method. The samples used were 97 respondents who worked as a traffic policeman in Resort Police of Sleman and 14 Sector Police in Sleman. The data were obtained by using knowledge questionnaire. Analysis of the data used is the analysis univariable with descriptive statistical technique. Result: The results of this study showed 16.5% of respondents had good knowledge, 67.0% of respondents had moderate knowledge, and 16.5% of respondents had less knowledge about handling wounds and bleeding on victims of traffic accidents. Conclusion: The level of knowledge of traffic police on handling wounds and bleeding on victims of traffic accidents in Sleman district was in the category of moderate.
Kata Kunci : korban kecelakaan lalu lintas, luka, perdarahan, polisi lalu lintas