PROGRAM REMAJA SUPER UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI PADA REMAJA YANG BERISIKO MENYALAHGUNAKAN NAPZA
LYSABRINA RIZKY A., Dr. M.G. Adiyanti, M.S., Psikolog
2016 | Tesis | S2 Psikologi ProfesiSalah satu faktor yang mempengaruhi keterlibatan remaja dalam menyalahgunakan Napza adalah harga diri. Harga diri dapat ditingkatkan melalui pemberian program berbasis kecerdasan sosial-emosional sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan Napza. Tim peneliti mengembangkan program Remaja Super yang berbasis teori kecerdasan sosial-emosional Bar-On untuk meningkatkan harga diri sebagai program pencegahan penyalahgunaan Napza. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas program Remaja Super dalam meningkatkan harga diri remaja yang berisiko menyalahgunakan Napza. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimental untreated control group design dependent pretest and double posttest. Subjek penelitian berjumlah 33 siswa, yaitu 16 siswa SMP A Yogyakarta pada kelompok eksperimen dan 17 siswa SMP B Yogyakarta pada kelompok kontrol. Uji statistik dilakukan dengan menggunakan mixed design ANOVA untuk melihat pengaruh program Remaja Super pada skor harga diri di tiga periode waktu (sebelum intervensi, setelah intervensi, dan 1 bulan setelah intervensi). Hasil analisis menunjukkan harga diri pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol setelah mendapatkan Program Remaja Super (Finteraksi = 4,937; p<0.05) dengan sumbangan efektif dari Program Remaja Super sebesar 26,3%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul Program Remaja Super efektif dalam meningkatkan harga diri pada remaja yang berisiko menyalahgunakan Napza.
Self esteem can predict whether adolescents will involve or not in drug abuse behavior. In order to prevent adolescent from drug abuse, we need to enhance self esteem by providing social and emotional skill. This study aimed to see the effectiveness of program Remaja Super, which was developed based on Bar-On's social-emotional intelligence, in enhancing self esteem of at-risk adolescents. This study used a quasi-experimental untreated control group design with dependent pretest and double posttest. There were 33 junior high school students participated in this study. A mixed ANOVA was conducted to assess the impact of Program Remaja Super on subjects' self esteem across three time periods (pre-intervention, post-intervention, and 1-month follow up). There was a significant interaction between group type and time (F=4.937; p< 0,05), which suggested a significant difference in effectiveness of Program Remaja Super. Based on these results, we can conclude that the Program Remaja Super module is effective in improving self-esteem in adolescents who are at risk of abusing drugs.
Kata Kunci : Program Remaja Super, harga diri, kecerdasan sosial-emosional, risiko penyalahgunaan NAPZA