Analisis pengendalian kualitas mebel dengan metode statistical quality control pada PT. Domusindo Pradana, Pasuruan
SAMOSIR, Hernita Julyana, Prof.Ir. Boma Wikan Tyoso, MSc.,PhD
2002 | Tesis | Magister ManajemenPT. Domusindo Perdana sebagai perusahaan Indonesia yang berkategori perusahaan multinasional yang unggul di pasar domestik dan intemasional, dengan produk dan jasa yang berkualitas di bidang pelayaran, forestry, perkayuan, perdagangan, perkebunan, pertambangan, dan real estate merupakan perusahaan mebel nasional yang mampu bertahan pada masa krisis ekonomi terjadi di Indonesia, karena PT. Domusindo Perdana mampu mengembangkan pasar ekspornya ke be-berapa manca negara, dengan market produk dari hasil produksi diantaranya adalah USA (80%), Jepang (5%), dan Eropa (15%). Data yang ada dianalisis baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Analisis data secara kualitatif berarti mengevaluasi manajemen mutu perusahaan terkait dengan pelaksanaan pengendalian kualitas bahan baku, proses produksi, dan produk akhir sesuai dengan standar kerja yang ada. Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan dengan cara mengidentifikasi penyebab kerusakan produk yang terjadi pada produk akhir serta mencegah dan mengatasi masalah kerusakan produk terse-but dengan menggunakan metode Statistical Quality Control dan dibantu dengan metode diagram Pareto. Sasaran dari sistem pengendalian kualitas produk akhir adalah memberikan isyarat secara statistikal apabila terdapat variasi penyebab khusus. Peta kontrol digunakan dengan maksud untuk menghilangkan variasi tidak normal melalui pemisahan variasi yang disebabkan oleh penyebab khusus (special-causes variation) dari variasi yang disebabkan oleh penyebab umum (common-causes variation). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pengendalian kualitas belum mendapatkan perhatian yang cukup dari perusahaan. Hal ini ditunjukkan melalui analisis Statistical Quality Control dengan menggunakan peta kendali p ( p ), diidentifikasi bahwa tingkat kerusakan yang ada masih berada di luar pengendalian sta-tistikal. Untuk itu, demi mencapai kondisi zero defect pada produk yang dihasilkan, perlu dilakukan tindakan perbaikan untuk mengurangi jumlah defect product yang ada secara terus-menerus. Hasil analisis diagram Pareto menunjukkan bahwa keru-sakan terbesar selama bulan September dare Oktober 2002 adalah produk akhir dengan jenis cacat wama doff (permukaan berkabut) dengan tingkat persentase kerusakan 35%.
PT. Domusindo Perdana a subsidiaries of an Indonesian company that categorized as multinational company that has excellence both at domestic and in-ternational market, with high quality in its products and services in several business unit: nautical, forestry, wooden, trading, plantation, mining, and real estate—is a furniture company that proved to be exist on Indonesian' monetary crisis period, be-cause of its capability to expand its market to several other countries in international market. PT. Domusindo Perdana export its product to USA (80%), Japan (5%), and Europe (15%). The data from PT. Domusindo Perdana has been analyzed both with qualita-tive and quantitative method. Data analyze with qualitative method means to evalu-ate quality management of relate company by doing quality control for raw materials, production process, and the product itself that have to be suitable with operating standard. Whereas, analyze with quantitative method performed by identification for cause of product defect and creating preventive action by Statistical Quality Control and Pareto Diagram method. The objective of quality control system for the product is to give the signal, in statistical way, if special causes variable occur. Control chart used with means to eliminate unusual (not normal) variance. This act performed by separating variance that cause by special causes variation from variance that cause by common causes variation. According to the result of analyze, we can understood that PT. Domusindo Perdana not enough yet pay attention to qtiality control. It can be proved from Statistical Quality Control analyze with using control chart p (p), the analyze identify that the existing defect level still exist outside of statistical control area. So, to aim zero defect condition of the product, it is necessary to create sustainable improve-ment actions to reduce defect product. The result of Pareto Diagram analyzes shows that the biggest defect product, until September to October 2002, cause by doffs color with percentage of defect about 35%.
Kata Kunci : Using Statistical Quality Control (SQC) and Pareto Diagram methods, Control Chart, Attribute, p chart ( p), Menggunakan metode Statistical Quality Control (WC) dan Diagram Pareto, Control Chart berdasarkan atribut, dan peta kendali p (p).