FASILITAS INKUBASI BISNIS DIJITAL UNTUK PENGUSAHA MUDA DI YOGYAKARTA
ASTI KUSUMA ASTUTI W, Kurnia Widiastuti, ST., MT.
2015 | Skripsi | S1 ARSITEKTUREkonomi kreatif diyakini mampu menjawab tantangan permasalahan ekonomi jangka pendek dan menengah nasional di Indonesia. Yogyakarta merupakan wilayah dengan potensi ekonomi kreatif yang tinggi. Potensi tersebut mulai dari sumber daya manusia hingga kultur tradisional yang melekat pada Yogyakarta. Perkembangan industri kreatif di Yogyakarta sudah dimulai pada 2009 di berbagai titik lokasi yang mempunyai ciri khas dan potensi untuk membentuk komoditi jual yang cukup tinggi. Coworking merupakan fasilitas inkubasi bisnis dijital yang menjadi salahsatu alternatif cara kerja dan lingkungan kerja dengan cara memberikan kebebasan pada seseorang untuk mengatur sistem kerja tanpa mengurangi produktifitas seseorang. Coworking bagi pengusaha muda bertujuan untuk dapat mewadahi kebutuhan pengusaha muda untuk bertemu, berbagi ilmu, berlatih, hingga berkompetisi. Masalah perancangan fasilitas inkubasi bisnis dijital (coworking) adalah bagaimana menghadirkan area dan ruang dengan fasilitas interaksi langsung ataupun dijital untuk memenuhi tujuan pengguna secara maksimal. Interaksi yang terjalin antar pengguna dan mentor merupakan bagian penting dari proses kolaborasi dan inovasi yang sangat dibutuhkan dalam industri kreatif yang selalu menghadirkan produk baru dan semakin berkualitas. Masalah yang kedua adalah bagaimana menerapkan teori dan faktor perilaku sebagai penunjang desain coworking, kebutuhan dan tujuan setiap pengguna yang berbeda harus diakomodir dengan menerapkan ilmu teori perilaku dalam mewujudkan desain ruang, suasana dan sistem kerja yang efisien. Dari masalah yang ada, konsep neural network yang diadopsi dari kemampuan otak manusia yang mampu memberikan stimulasi/rangsangan, melakukan proses, dan memberikan output. Diwujudkan dalam (1) desain tapak, mebel, interior dan sirkulasi dengan konsep neural netwoks, yang ingin diangkat yaitu ruang-ruang yang terkoneksi menurut urutan fungsi yaitu ruang publik, semi privat dan privat. (2) Kesesuaian bangunan dengan langgam kawasan heritage Sagan dengan penyesuaian langgam dan bentuk bukaan yang sama dengan kawasan sekitar, diharapkan bangunan coworking memenuhi respon konseptual kawasan heritage. (3) Sistem informasi dan organisasi coworking dengan adanya sistem informasi yang saling terkoneksi dan mudah diakses oleh seluruh pengguna, maka informasi dan publikasi dari kegiatan pada coworking akan mudah dideteksi dan diapresiasi.
Creative economy is believed to be able to answer the challenge of short-term economic problems and medium in Indonesia. Yogyakarta is a region with a high potential of the creative economy. The potential ranging from human resources to traditional culture inherent in Yogyakarta. The development of creative industries in Yogyakarta has been started in 2009 at various locations of which have characteristics and the potential to form the commodity selling high enough. Coworking is a digital business incubation facilities that became one of the main alternative ways of working and work environment by giving freedom to the person to organize a working system without reducing the productivity of a person. Coworking for young entrepreneurs aim to be able to accommodate the needs of young entrepreneurs to meet, share knowledge, to practice, to compete. Problems of digital business incubation facility design (coworking) is how to bring space to the area and facilities directly or digital interaction to meet the objectives to the fullest. Interaction that exists between the user and the mentor is an important part of the process of collaboration and innovation that is needed in the creative industry always presenting new products and more qualified. The second problem is how to apply the theory and behavioral factors as supporting the design of coworking, needs and objectives of each of different users must be accommodated by applying behavioral science theories in realizing the design of the space, ambience and efficient working system. Of the existing problems, the concept of neural network is adopted from the ability of the human brain is capable of providing stimulation / stimulation, process, and deliver output. Manifested in (1) tread design, furniture, interior and circulation with the concept of neural netwoks, who wants to be appointed, namely the spaces are connected in the order in which the function of public space, semi-private and private. (2) Suitability style buildings with heritage area Sagan with style adjustments and openings similar to the surrounding area, the building is expected to meet the response coworking conceptual heritage region. (3) The information system and organization coworking with information system connected to each other and easily accessible by all users, information and publication of events on coworking be easily detected and appreciated.
Kata Kunci : coworking, behavior, connectivity, productive