Laporkan Masalah

Surfing Community Centre di Gunungkidul Dengan Pendekatan Integrasi Ruang Dalam dan Ruang Luar

FIKRIAN RAFIKA DEWI, Dr. Ing. Ir. Eugenius Pradipto

2016 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Surfing (berselancar) adalah olahraga air yang pertama diperkenalkan di Indonsia oleh Robert Koke, seorang warga Amerika yang mengelola sebuah hotel kecil di dekat Rock Hotel di Kuta Hard pada tahun 1930. Pada akhir tahun 1960, peselancar dari Australia mulai berdatang untuk melakukan surfing di Pantai Kuta. Pulau Bali menjadi lokasi surfing pertama di Indonesia. Seiring perkembangannya, fasilitas-fasilitas pendukung seperti pelatihan surfing, shopping centre, dan fasilitas pendukung lainnya turut meramaikan Pantai Kuta dan menjadikan Bali sebagai markas atlet surfing Indonesia. Seiring berkembangnya olahraga surfing di Indonesia, kini tidak hanya Bali yang menjadi lokasi untuk berselancar. Beberapa pantai di Indonesia seperti pantai di Mentawai, Pantai Anyer (Jawa Barat) , Pantai Carita, Tanjung Lesung, dan jejeran pantai di Gunungkidul Yogyakarta mulai ramai oleh peselancar-peselancar dari berbagai belahan dunia. Pantai di Gunungkidul sebagai salah satu destinasi berselancar memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi pusat berselancar di Yogyakarta dengan karakter ombak dan view yang ada di sana. Bebarapa kompetisi berselancar diselenggarakan di sana dua tahun terakhir. Namun potensi tersebut belum diwadahi secara optimal. Untuk itu, surfing community centre nantinya diharapkan dapat menjadi ruang berbagi ilmu dan memperkenalkan surfing di Yogyakarta yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung. Surfing community centre dengan pendekatan integrasi ruang dalam dan ruang luar bertujuan untuk blending, menyatukan, dan mengintegrasikan ruang dalam bangunan dengan ruang luar (masih dalam site) dan bangunan tersebut dengan lingkungan sekitar, baik secara fungsi ataupun desain. Fasilitas-fasilitas yang nantinya akan ada di surfing community centre mendukung kegiatan komunitas. Sehingga dengan adanya fasilitas tersebut, komunitas berselancar memiliki tempat untuk mengembangkan hobi mereka dan mampu menghasilkan peselancar-peselancar lokal yang tidak kalah dari peselancar mancanegara. Selain itu, dengan adanya surfing community centre di Gunungkidul mampu turut mengembangkan pariwisata dan berdampak pada perekonomian di kawasan pesisir pantai Gunungkidul.

Surfing was introduced for the first time in Indonesia by Robert Koke, an american who managed little hotel near Rock Hotel, Bali in 1930. In the end of 1960, surfer from Australia started to come to Kuta Beach for surfing. Bali Island became the first surfing destination in Indonesia. There are surfing facilities like surfing training, shopping center and support facilities which makes Kuta Beach Bali as surfing center in Indonesia. Surfing grows so fast in Indonesia, and now not only beaches in Bali, but also many beaches like Mentawai, Anyer, Carita Beach, Tanjung Lesung, and several beaches in Gunungkidul Yogyakarta be surfing destination. The beaches in Gunungkidul as a surfing destination has a great potential to be developed into a surfing center in Yogyakarta with the waves character and the view there. Some surfing competitions was held there in last two years. However, this potential has not been optimally accommodated. Surfing community center is expected to be a space to share surfing knowledge and introduce surfing in Yogyakarta, which is completed with supporting facilities. Surfing community center with the indoor and outdoor space integrated approach is intended for blending, uniting and integrating indoor space and outdoor space and the building with the surrounding environment, both in functionality and design. The facilities in the surfing community center are created to support community activities. So with this facility, surfing community has a place to develop their hobbies and are able to produce local surfers. In addition, with the surfing community center in Gunungkidul able to develop tourism and give economy impacts in coastal areas of Gunungkidul.

Kata Kunci : community centre, surfer, indoor space, outdoor space, integration

  1. S1-2016-333349-abstract.pdf  
  2. S1-2016-333349-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-333349-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-333349-title.pdf