Laporkan Masalah

PENGARUH MODEL PENDAMPINGAN TERHADAP PROSES PELAKSANAAN AUDIT MATERNAL PERINATAL DI 3 KABUPATEN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Muhammad Hardhantyo Puspo Wardoyo, Prof.dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc,Ph.D ; dr. Hanevi Djasri, MARS

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Pendahuluan: Kematian maternal dan neonatal di Indonesia cenderung meningkat, namun di NTT dengan adanya revolusi KIA berhasil menurunkan jumlah kematian maternal secara signifikan sejak 2008. Namun perubahan ini belum nampak pada 3 kabupaten yakni Timor Tengah Selatan, Sumba Timur dan Manggarai Barat dimana jumlah kematian masih tinggi. Upaya akselerasi penurunan jumlah kematian dilakukan dalam bentuk audit kematian yang berkualitas, karena audit yang berlangsung saat ini tidak memiliki daya ungkit untuk memecahkan permasalahan KIA. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh pendampingan eksternal terhadap mutu pelaksanaan AMP di 3 kabupaten Provinsi NTT. Metode: Penelitian menggunakan desain eksploratif deskriptif secara time series dan pendekatan implementation research yang menghasilkan �model 10 langkah pendampingan AMP�. Observasi lapangan, telaah dokumen serta wawancara pada para pemangku kebijakan dilakukan untuk memperoleh gambaran mutu pelaksanaan AMP sebelum maupun sesudah pendampingan. Hasil: Dalam asesmen awal ditemukan bahwa terdapat berbagai kendala teknis dalam AMP yang menyebabkan rendahnya mutu pelaksanaan AMP. Berdasarkan hasil tersebut, kemudian dikembangkan Model 10 Langkah Pendampingan AMP yang mengacu pada Pedoman AMP Kementerian Kesehatan Indonesia. Evaluasi yang dilakukan menemukan bahwa terdapat peningkatan rekomendasi yang dilaksanakan oleh setiap Kabupaten, dimana pada kondisi sebelumnya rekomendasi yang dihasilkan dalam AMP seringkali sulit dilaksanakan dan tidak terdokumentasi dengan baik. Sehingga terjadi kesulitan pada saat evaluasi kegiatan. Kesimpulan: Adanya pendampingan melalui Model 10 Langkah Pendampingan AMP mampu meningkatkan kualitas dari rekomendasi yang dihasilkan serta tingkat kepatuhan dinas kesehatan untuk melaksanakan rekomendasi yang telah disepakati tersebut.

Introduction: According to Indonesia Health Survey, Maternal and neonatal death in Indonesia tends to increase. However, a health revolution since 2008 in East Nusa Tenggara has succeeded reducing death significantly. Unfortunately, these phenomena not appeared in three districts, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan and Manggarai Barat. These districts had the highest mortality rate in three consecutive years. Effort to accelerate the rate reduction is by increasing the quality maternal and perinatal death audit. Purpose: To monitor the effect external mentoring on quality of death audit in three districts of East Nusa Tenggara Methods: this research using implementation research with descriptive and explorative methods. 10 Steps of External Mentoring was developed by expert from RSUP dr. Sardjito Yogyakarta and RS Prof Yohanes Kupang after assessment of the problem in each district. Observation, literature searching and in-depth interview with stakeholder were used to monitor the effect of mentoring on Quality of Audit. Results: In assessment phase, we detect that there were so many technical problems in implementing a guideline of maternal and perinatal death audit from the ministry of health. According to those results, we develop and implementing 10 Steps of External Mentoring. Evaluation suggested that there were increases of improvement recommendation implemented by all districts. Conclusion: External mentoring can improve the quality of maternal and perinatal death audit in three districts of East Nusa Tenggara. There is an increase in compliance level of recommendation implemented by a district health office. Improvement in a death audit could lead to reduction of a maternal and neonatal mortality rates.

Kata Kunci : AUDIT, MATERNAL, PERINATAL, EXTERNAL