Laporkan Masalah

HUBUNGAN PERILAKU BERPANTANG MAKANAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GERUNG, LOMBOK BARAT

ILHAM, DR.dr.HERU P, SP.OG(K)., M.Kes;WIWIN LISMIDIATI, S.Kep.Ns.,M.Kep.,Sp.Kep.Mat.

2016 | Tesis | S2 Keperawatan

Latar Belakang: Anemia dalam kehamilan akan memberi pengaruh kurang baik bagi ibu baik selama kehamilan, persalinan, maupun nifas, serta pada masa laktasi. Di Indonesia masih ditemukan pantangan makanan terhadap jenis makanan tertentu selama kehamilan. Adanya pantangan terhadap jenis makanan tertentu dapat menghambat penyerapan zat besi dan akan meningkatkan kejadian anemia selama kehamilan. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan perilaku berpantang makanan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kohort prospektif dengan pengamatan selama 3 bulan. Jumlah responden sebanyak 76 orang ibu hamil dengan karakteristik ibu hamil trimester II (21-28 minggu) dan bersedia menjadi responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dianalisis dalam analisis univariat yaitu variabel perilaku berpantang makanan dengan anemia pada ibu hamil. Analisis bivariat terdiri dari analisis hubungan perilaku berpantang makanan dengan anemia pada ibu hamil dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95% (P<0,05). Analisis multivariat yang digunakan yaitu uji Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian: Hasil analisis statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu (p = 0,030; OR = 3,252), pengetahuan ibu (p = 0,013; OR = 4,500), pekerjaan ibu (p = 0,003; OR = 0,180), penghasilan (p = 0,040; OR = 3,300), status paritas (p = 0,040; OR = 3,300), pengetahuan masyarakat (p = 0,011; OR = 4,216), dan sikap masyarakat (p = 0,003; OR = 6,000) dengan anemia ibu hamil dan status paritas merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan anemia setelah dianalisis multivariat (p = 0,013; OR = 3,300). Kesimpulan: perilaku berpantang makanan dapat dihubungkan dengan kejadian anemia ibu hamil.

Background: Anemia in pregnancy will give less influence the women during pregnancy, childbirth, or postpartum, and during lactation. Indonesia is still found some food taboos during pregnancy. Some food forbidden by taboo can inhibit an iron absorption and will increase the incidence of anemia during pregnancy. Objective: To determine the correlation of food forbidden by taboo behavior with the incidence of anemia among pregnant women. Methods: This study a prospective cohort design with 3 month observation. Number of participants as much as 76 pregnant women which is in the second trimester pregnant women (21-28 weeks) and willing to become respondents. The data collected by a questionnaire and analyzed in a univariate analysis of variable food forbidden by taboo behavior with anemia in pregnant women. Bivariate analysis consisted of analysis of food forbidden by taboo behavior with anemia in pregnant women is tested by chi-square test with a confidence level of 95% (P <0.05). Multivariate analysis tested by the Multiple Logistic Regression. Result: statistical analysis showed a siginificant relations between of education (p = 0,030; OR = 3,252), maternal knowledge (p = 0,013; OR = 4,500), employee (p = 0,003; OR = 0,180), income (p = 0,040; OR = 3,300), parity status (p = 0,040; OR = 3,300), the knowledge society (p = 0,011; OR = 4,216), and social attitude (p = 0,003; OR = 6,000) with anemia pregnant women and parity status is a dominant variable that related to the anemia pregnant women after multivariate analysis (p = 0,013; OR = 3,300). Conclusion: food forbidden by taboo behavior can be related to incidence anemia pregnant women.

Kata Kunci : Perilaku berpantang makanan, ibu hamil, anemia / food forbidden by taboo behavior, anemia, pregnant women

  1. S2-2016-353930-abstract.pdf  
  2. S2-2016-353930-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-353930-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-353930-title.pdf