Laporkan Masalah

Hubungan Daya Terima Makanan, Asupan Energi dan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Anak Didik di LPKA Klas I Kutoarjo

CINTANTYA ARAFAH, Th. Ninuk Sri Hartini, M.S, Ph.D; Ika Ratna Palupi, M.Sc, Dietisien

2016 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATAN

Latar belakang: Masih banyak anak remaja berusia 18 tahun ke bawah yang mengalami status gizi kurus di Indonesia. Salah satu faktor yang langsung mempengaruhi status gizi yaitu asupan makanan. Bagi remaja yang terkena hukum pidana, jumlah asupan makanan ditentukan oleh daya terima terhadap makanan yang disediakan oleh lembaga pemasyarakatan. Penelitian yang dilakukan di tempat berbeda menyebutkan adanya hubungan antara daya terima dengan status gizi. Namun belum ada penelitian tentang hubungan antara daya terima dengan status gizi pada anak didik yang dilakukan di LPKA Klas I Kutarjo. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara daya terima makanan, asupan energi dan zat gizi makro dengan status gizi pada anak didik di LPKA Klas I Kutoarjo. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan cross-sectional. Terdapat 46 responden yang terpilih melalui purposive sampling. Berat sisa makanan seluruh responden ditimbang selama 3 hari untuk mendapatkan data daya terima makanan, asupan energi dan zat gizi makro dari makanan LPKA. Untuk asupan energi dan zat gizi makro dari luar LPKA, responden diminta untuk mencatat makanan dan minuman yang dikonsumsi di luar jatah LPKA dalam food record. Data status gizi diambil dengan perhitungan z-skor berdasarkan IMT/U menurut Kemenkes (2010). Data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan chi square dengan tingkat signifikansi 5% untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan. Hasil: Sebanyak 42 (91,3%) responden dapat menerima makanan yang disediakan LPKA dengan baik. Asupan energi, protein, dan karbohidrat sebagian besar responden sudah tergolong cukup, namun asupan lemak masih kurang. Sebanyak 45 (97,8%) responden memiliki status gizi normal. Tidak ada hubungan (p>0,05) antara daya terima makanan dengan asupan energi, asupan protein, asupan karbohidrat, dan status gizi responden. Ada hubungan (p<0,05) antara asupan energi dan asupan karbohidrat dengan status gizi. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara daya terima makanan dengan asupan energi dan zat gizi makro responden, serta antara daya terima makanan dengan status gizi. Ada hubungan antara asupan energi dan asupan karbohidrat dengan status gizi.

Background: There are still a lot of underweight children aged 18 years old and below in Indonesia. One of the factors which directly affect the nutritional status is dietary intake. As for teen inmates, their dietary intake depends on the level of dietary acceptance towards the meal provided by the prison. Former studies showed that there is a relation between dietary intake and nutritional status. However, there had never been a study about the relation between dietary acceptance and the nutritional status of LPKA Klas I Kutoarjo inmates. Objective: This study was conducted to find out the relation between dietary acceptance, energy and macronutrients intake with the nutritional status of LPKA Klas I Kutoarjo inmates. Method: This study was an observational study with cross-sectional design. There were 46 respondents selected using purposive sampling method. The weight of the leftovers was weighed for 3 days to get the data of dietary acceptance, energy and macronutrients intake from the meal provided by the LPKA. Respondents were also asked to fill the food record form, listing all foods and drinks other than the meal provided by the LPKA which they consumed. The nutritional status data were collected by calculating the z-score based on BMI per age according to Kemenkes (2010). All data were statistically analyzed using chi-square test with significant level of 5% to see whether there is a relation or not. Result: A number of 42 (91,3%) respondents accepted the meal provided by the LPKA very well. Most of the respondents had an adequate energy, protein and carbohydrate intake, while the fat intake was still inadequate. A number of 45 (97,8%) respondents had a normal nutritional status. There was no correlation (p>0,05) between dietary acceptance with nutritional status, energy, protein, and carbohydrate intake. There was a correlation (p<0,05) between energy and carbohydrate intake with nutritional status. Conclusion: There was no correlation between dietary acceptance with energy and macronutrients intake, and between dietary acceptance and nutritional status. There was a correlation between energy intake with nutritional status, and between carbohydrate intake and nutritional status in LPKA Klas I Kutoarjo inmates.

Kata Kunci : daya terima makanan, energi, zat gizi makro, status gizi

  1. S1-2016-329249-abstract.pdf  
  2. S1-2016-329249-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-329249-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-329249-title.pdf