DAYA DUKUNG EKOSISTEM TERUMBU KARANG UNTUK KESESUAIAN WISATA BAHARI DI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
ROHMANI SULISYATI, Prof. Dr. Ir. Erny Poedjirahajoe, MP
2016 | Disertasi | S3 Ilmu KehutananDaya tarik utama Taman Nasional Karimunjawa terletak pada ekosistem terumbu karang. Seiring peningkatan jumlah wisatawan diperlukan aktivitas wisata yang sesuai, agar ekosistem terumbu karang tetap dapat melangsungkan fungsinya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kondisi ekologis terumbu karang, (2) mengelompokkan lokasi berdasarkan kondisi ekologis untuk aktivitas wisata yang sesuai dan (3) menentukan daya dukung ekosistem terumbu karang untuk wisata yang sesuai. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2013, pada 14 lokasi di zona pemanfaatan wisata Taman Nasional Karimunjawa. Pengamatan terumbu karang dengan metode line intercept transect untuk melihat substrat dasar berdasarkan lifeform dan invertebrata. Survei ikan dengan transek sabuk (belt transect). Transek dilakukan pada dua kedalaman yaitu 3 meter dan 6-8 m untuk mewakili perairan dangkal dan dalam. Kondisi ekologis terumbu karang dianalisis berdasar data kualitas fisik dan data komunitas karang, komunitas ikan dan komunitas invertebrata. Analisis kuantitatif dilakukan untuk melihat tutupan karang keras, biomassa ikan serta pengukuran nilai indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan dominansi. Pengelompokan lokasi menggunakan analisis klaster. Penentuan daya dukung mengadaptasi rumus daya dukung kawasan dengan perbaikan. Wisata bahari di zona pemanfaatan Taman Nasional Karimunjawa memerlukan kondisi ekologis terumbu karang yang spesifik. Kondisi terumbu karang pada perairan dangkal baik (50%-75%) hingga sangat baik (>75%), keanekaragaman jenis tinggi dan komunitas stabil. Lokasi perairan dalam menunjukkan kondisi sedang hingga baik dengan keanekaragaman tinggi dan stabil. Berdasarkan kondisi ekologis terumbu karang maka pengelompokan lokasi menunjukkan ada kaitan letak suatu lokasi dengan kondisi ekologis setempat. Aktivitas wisata yang dapat dilakukan pada perairan dangkal adalah selam mahir (advanced diving), snorkeling dan selam pemula. Pada perairan dalam, kelompok pulau dengan resiko rendah untuk Latihan Perairan Terbuka. Kelompok dengan kondisi sedang dan komunitas ikan baik, sesuai untuk selam spesialis. Kelompok dengan kondisi baik tetapi komunitas ikan rendah, sesuai untuk aktivitas selam mahir. Kelompok dengan kondisi baik dan komunitas ikan sedang, untuk aktivitas selam pemula. Daya dukung ekosistem terumbu karang untuk wisata dipengaruhi persentase tutupan karang, luas terumbu karang dan aktivitas yang dilakukan. Aktivitas wisata menentukan lama waktu oleh terumbu karang serta durasi yang digunakan. Durasi untuk snorkeling lebih sedikit bila dibandingkan waktu untuk aktivitas diving. Semakin cepat waktu yang digunakan untuk aktivitas pada suatu lokasi, semakin banyak wisatawan lain yang bisa menggunakan lokasi tersebut. Formulasi daya dukung terumbu karang dapat diterapkan pada berbagai kondisi sesuai dengan aktivitas yang dilakukan.
The main attraction of Karimunjawa National Park layed on the coral reef ecosystem. As an increasing number of tourists, it needed suitability tourist activities in order the coral reef ecosystem carried out the function optimally. This study aims (1) to quantify the ecological condition of coral reef ecosystem, (2) to make groups of location based on ecological condition of coral reef for suitability tourist activities and (3) to calculate the coral reef carrying capacity for suitability tourist activities. The study was conducted during November 2013 at 14 locations throughout tourism utilization zone of Karimunjawa National Park . Substrate cover and invertebrate were collected using line intercept transect methods. Coral reef fish was collected using belt transect. Transect were deployed at two depth i.e 3 meters and 6 -8 meters to represent the shallow and the deep water. Quantitative analysis were done to measure the hard coral cover, fish biomass and diversity index, evenness index and domination. Suitability tourist activities were analized with cluster analysis. The calculation of carrying capacity adopted revised area carrying capacity equation. Tourism Utilization Zone Karimunjawa National Park required specific ecological conditions. At the shallow area showed the condition of coral reefs were good (50% - 75%) to excellent (> 75%), high species diversity and stability of community. The deepwater area showed the condition of coral reef were moderate to good with high diversity and stable. Based on the ecological conditions, the grouping of locations showed there were relatioship between a location and local ecological conditions. Activities that can be done in shallow water were advanced diving, snorkelling and beginner diving. In deep water, the island group with a low risk for Exercise Openwater Diving. The group with moderate conditions and good fishing communities, according to the specialist diving. The group with good conditions but lower fish community, according to advanced diving. The group with good conditions and fish community for beginners diving. Carrying capacity of coral reef ecosystems were affected coral cover, coral reefs area and the activities. Tourist activity determined the length of time by a coral reef and the duration of spent time to enjoy the activity. The duration for snorkeling less than the time for diving activities. The faster the spent time on the activity at a site, the more the other tourists can use the location. The formulation of coral reefs carrying capacity can be applied to a variety of conditions appropriate the activities.
Kata Kunci : daya dukung, kondisi ekologis, lifeform, taman nasional, terumbu karang