Analisis Beban Ekonomi Akibat Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak Di Provinsi Jawa Timur Tahun 2015
NURYANTO, Hari Kusnanto ; Yodi Mahendradatta
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Campak menjadi masalah kesehatan di Provinsi Jawa Timur yang berdampak pada beban ekonomi yang ditanggung rumah tangga. Kondisi ini menjadi masalah bagi orang miskin yang lebih rentan terhadap infeksi campak dan enggan melakukan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui beban ekonomi akibat KLB campak dari perspektif rumah tangga di Provinsi Jawa Timur. Metode : Jenis penelitian deskriptif dengan metode survey. Pengumpulan data melalui wawancara dengan 151 kepala rumah tangga/penderita. Perhitungan estimasi beban ekonomi meliputi biaya langsung dan tidak langsung. Analisis lebih lanjut untuk mengetahui beban ekonomi berdasarkan sosio-demografi, karakteristik penderita, utilisasi pelayanan kesehatan dan kepemilikan jaminan kesehatan. Hasil : Beban ekonomi akibat KLB campak di Jawa Timur tahun 2015 yaitu Rp. 22.257.200 meliputi biaya langsung Rp. 17.914.500 dan tidak langsung Rp. 4.342.700. Beban ekonomi tertinggi pada rumah tangga di pedesaan, pendidikan rendah, pendapatan rendah, jumlah anggota rumah tangga �4 orang, memiliki penderita berjenis kelamin perempuan, berusia <5 tahun, tidak diimunisasi, lama sakit >10 hari, mengakses fasilitas kesehatan, jenis fasilitas kesehatan milik pemerintah, frekuensi kunjungan >2 kali, status rawat inap dan memiliki jaminan kesehatan. Kesimpulan : Beban ekonomi campak di Jawa Timur setara dengan 7,2% dari rata-rata pendapatan rumah tangga/tahun. Beban ekonomi akibat campak diduga berkaitan dengan tingkat keparahan. Dinas Kesehatan perlu melakukan upaya pengendalian campak melalui peningkatan cakupan imunisasi di daerah yang sering terjadi KLB, menolak imunisasi dan sulit dijangkau oleh pelayanan kesehatan.
Background : Measles is still a public health problem in East Java. The impact of measles in East Java is the economic burden that must be borne by household. This condition is a problem for poor people who are more susceptible to measles infection and reluctant to take medication. The purpose of this study to determine the economic burden of outbreaks of measles from the perspective of households in East Java Province. Methods : This study was descriptive observational. Collecting the data through interviews with 151 patients/head household. The calculation of the economic burden, include direct and indirect costs. Further analysis was to determine the economic burden by socio-demographic characteristics of patients, health care utilization and ownership of health insurance. Results : The economic burden of household was IDR 22.257.200, includes direct costs IDR 17.914.500 and indirect costs IDR 4.342.700. The highest economic burden of households in rural areas, low education, lower income, household members �4 people, female patient, aged <5 years, not immunized, duration of illness >10 days, accesing health facilities, to government health facility practices, frequency of visit >2 times and inpatient status and have health insurance. Conclusion : The economic burden of household equaled 7.2% of the median annual household income. The economic burden due to measles was allegedly associated with severity. Health Department needs to conduct measles control by increasing immunization coverage in the frequent outbreaks, the society who refuse immunization and area which is difficult to be reached by health service.
Kata Kunci : Beban ekonomi, KLB, Campak, rumah tangga / Economic burden, Outbreak, Measles, Household