Laporkan Masalah

Menaksir risiko sistematik dengan menggunakan pendekatan return interval dan estimation period di Bursa Efek Jakarta periode tahun 1998-2001

ARIBOWO, Fajar, Amin Wibowo, SE.,MBA

2002 | Tesis | Magister Manajemen

Seorang investor atau manajer inveStasi dalam mengambil suatu keputusan investasi hams memperhatikan dua faktor utama yaitu tingkat return yang diharapkan (expected return) dan besarnya risiko. Resiko investasi ada dua, yaitu risiko sistematik (systematic risk) dan risiko tidak sistematik (unsystematic risk). Menurut Ariff dan Johnson (1 990), risiko yang tidak dapat didiversifikasikan (risiko sistematik) adalah merupakan risiko yang relevan dalam keputusan investasi. Dalam memperhitungkan risiko sistematik yang dikenal sebagai beta (p), investor atau menejer investasi harus menentukan penggunaan return interval dan estimation period dalam mengestimasinya, apakah menggunakan return harian, return mingguan atau return bulanan. Kesalahan penggunaan return interval akan berakibat terjadinya kerugian dalam berinvestasi. Penelitian ini membandingkan penggunaan return harian, mingguan dan bulanan dalam mengestimasi beta agar mendapatkan beta yang terbaik dan yang peling signifikan dengan keadaan iklim investasi saham di Indonesia khusus di Bursa Efek Jakarta (BEJ) periode 1998-200 1.

An investor or investment manager, in making a decision, has to pay attention on to two main factors, i.e., the level of expected return and risk. There are two risks of investment, Jystematic risk and unsystematic risk. According to Ariff and Johnson (1990), risk that cannot be diversified (systematic risk) is risk relevant with investment decision. I In considering the systematic risk, known as beta (p), an investor or investment manager has to determine the use of return interval and estimation period in estimating it, wither uses daily, weekly, or monthly returns. The mistake in using return interval and estimation period will cause lost in investment. This study compared the use of daily, weekly, or monthly returns in estimating beta, so that it got the best of beta and beta which was the most significant with the climate of stock investment in Indonesia, especially in Jakarta Stock Exchange (Bursa Efek Jakarta) during period of 1998-200 1.

Kata Kunci : Return Saham,Resiko Sistematik,Investasi, Systematic risk, return interval and estimation period


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.