PERBANDINGAN KEMATIAN PERINATAL PADA PASIEN PREEKLAMPSIA BERAT DENGAN DAN TANPA SINDROMA HELLP
ANISA FIRSTA ADIMAR, dr. M. Nurhadi Rahman, Sp. OG; dr. H. Risanto Siswosudarmo, Sp. OG(K)
2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: Preeklampsia merupakan suatu bentuk hipertensi dalam kehamilan yang paling menonjol sebagai salah satu penyebab terbesar kematian pada ibu dan perinatal. Preeklampsia dapat berkembang menjadi berat dan juga eklampsia. Pada preeklampsia berat bisa terjadi peningkatan risiko komplikasi untuk ibu seperti sindroma HELLP, yang dapat mempengaruhi outcome ibu dan perinatal. Sindroma HELLP merupakan varian dari preeklampsia berat yang berhubungan secara signifikan dengan morbiditas dan mortalitas ibu dan perinatal. Penelitian mengenai outcome ibu dan perinatal pada preeklampsia berat di RSUP Sardjito sudah pernah dilakukan, tetapi yang membandingkan kematian perinatal pada preeklampsia berat dengan dan tanpa sindroma HELLP belum pernah dilakukan. Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan angka kematian perinatal pada preeklampsia berat dengan dan tanpa sindroma HELLP di RSUP Sardjito pada tahun 2013. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cohort retrospective, dengan mengkaji 103 rekam medis pasien di RSUP Sardjito Yogyakarta pada tahun 2013. Data tersebut kemudian disusun dan dianalisis angka perbandingannya menggunakan metode univariat (N,%) dan bivariat (kai-kuadrat). Hasil: Didapatkan kematian perinatal yang secara signifikan lebih tinggi pada ibu preeklampsia berat dengan sindroma HELLP dibandingkan tanpa sindroma HELLP (nilai p=0,04; RR=2,38; 95% CI [1,01 – 5,63]). Usia kehamilan (nilai p=0,88) dan berat badan lahir bayi (nilai p=0,26) tidak berhubungan secara signifikan terhadap kematian perinatal. Konklusi: Pada ibu preeklampsia berat dengan sindroma HELLP didapatkan kematian perinatal lebih tinggi daripada ibu preeklampsia berat tanpa sindroma HELLP. Usia kehamilan dan berat badan lahir sebagai faktor luar tidak berhubungan secara signifikan antara kedua kelompok. Kata kunci: preeklampsia, eklampsia, sindroma HELLP, kematian perinatal, hipertensi
Background: Preeclampsia is a form of hypertension in pregnancy that stands out the most as one of the biggest cause of maternal and neonatal mortality. Preeclampsia can develop into severe preeclampsia and eclampsia. In severe preeclampsia woman increased risk of complications can occur such as HELLP syndrome, which can affect maternal and perinatal outcomes. HELLP syndrome is a variant of severe preeclampsia that is significantly associated with maternal and perinatal morbidity and mortality. Research on maternal and perinatal outcome in severe preeclampsia woman at Sardjito Hospital has already been done, but comparing perinatal mortality in severe preeclampsia woman with and without HELLP syndrome has not yet been done. Objective: To compare the perinatal mortality rate in severe preeclampsia with and without HELLP syndrome in Sardjito Hospital in 2013. Methods: This study used a retrospective cohort study design, by reviewing the medical records of 103 patients at Sardjito Hospital in 2013. The data is then compiled and analyzed using univariate (N ,%) and bivariate (chi-square) method. Results: It was found that perinatal mortality rate was significantly higher in severe preeclampsia women with HELLP syndrome compared to without HELLP syndrome (p=0.042;RR=2.38;95% CI [1.01 to 5.63]). Gestational age (p=0.88) and birth weight (p=0.26) was not significantly related to perinatal mortality. Conclusions: In severe preeclampsia women with HELLP syndrome the perinatal mortality rate is higher than severe preeclampsia women without HELLP syndrome. Gestational age and birth weight, as factors that can effect perinatal mortality, was not significantly related between the two groups. Keywords: preeclampsia, eclampsia, HELLP syndrome, perinatal mortality, hypertension
Kata Kunci : preeklampsia, eklampsia, sindroma HELLP, kematian perinatal, hipertensi