Siaran Pedesaan dan Transformasi Sosial Ekonomi di Pedesaan Yogyakarta 1968-1990-an
RINA RAHAYU, Dr. Sri Margana, M.Phil.
2016 | Tesis | S2 Ilmu SejarahPenelitian ini menjelaskan mengenai pelaksanaan komunikasi politik yang diterapkan oleh negara dalam konsep komunikasi pembangunan selama pemerintahan Suharto dari tahun 1968-1990an. Fokus utama penelitian ini ialah Siaran Pedesaan di pedesaan Yogyakarta, dengan pokok permasalahan bagaimana konsep pembangunan dilaksanakan oleh pemerintah dan bagaimana Siaran Pedesaan memainkan peran, khususnya dalam komunikasi pembangunan di pedesaan. Penelitian ini memakai metode sejarah lisan yang dipadukan dengan arsip dan sumber sekunder lainnya. Beberapa temuan penting menunjukkan bahwa Siaran Pedesaan di Indonesia merupakan bentuk dari komunikasi politik yang juga banyak dipakai di negara-negara berkembang lainnya. Sistem komunikasi tersebut telah ada sejak awal 1930an yang dikenal sebagai rural broadcasting system. Sama halnya seperti di negara-negara berkembang lainnya, Siaran Pedesaan mendorong dibentuknya farm forum atau di Indonesia dikenal dengan Kelompencapir. Hingga tahun 1990an, Kelompencapir menjadi penggerak utama pembangunan di pedesaan dalam berbagai bidang, termasuk dalam pengenalan teknologi pertanian, pembangunan infrastruktur pedesaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Komunikasi pembangunan di masa Orde Baru dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan top down, yang mana semuanya ditentukan dari pusat sehingga desa dan masyarakat desa hanya bertindak sebagai objek dan pelaksananya. Dengan demikian, sistem komunikasi pembangunan di pedesaan yang dikembangkan oleh Orde Baru merupakan suatu bentuk homogenisasi dari komunikasi politik yang menjadi bagian integral dalam karakteristik pemerintahannya.
This research examines the implementation of political communication applied by the state in communicating the concept of development during the Suharto�¢ï¿½ï¿½s New Order 1968-1990s. The main focus is Siaran Pedesaan or rural broadcasting system in the villages in Yogyakarta. The main subject is how the state concept of development was implemented by the government and how Siaran Pedesaan play its role especially in communicating the village development. This research applied oral historical method combine with archives and secondary sources. Some important finding shows that Indonesia�¢ï¿½ï¿½s Siaran Pedesaan was application of political communication which was applied also by many developing countries. The system take its root in 1930s in what was so called rural broadcasting system. Likewise in other developing countries, rural broadcasting in Indonesia stimulated the organization of farm forum which is in Indonesia known as Kelompencapir. Until 1990s, Kelompencapir was the primary actor in various fields of rural development including the introduction of new agricultural technology, infrastructure development, and the improvement of welfare on rural community. The New Order implemented the communication system of development by using top-down approach in which instructions were centralized and the rural communities were seen as the object of instructions. In conclusion, the communication system of development in rural areas developed by the Suharto�¢ï¿½ï¿½s new Order was a homogenization of political communication and become the integral part of the polical characteristic of the regime.
Kata Kunci : komunikasi-pembangunan, siaran-pedesaan, transformasi-pedesaan, Yogyakarta