Laporkan Masalah

PERBANDINGAN KEAMANAN DAN KEEFEKTIFAN METODE PEMASANGAN IUD CuT 380A PASCASALIN DENGAN R_INSERTER DAN KLEM CINCIN UJI KLINIS SECARA RANDOM (Pengamatan Enam Bulan Pascasalin)

CHANDRA KURNIAWAN, dr.Risanto Siswosudarmo SpOG(K),dr. Ahsanudin Attamimi SpOG(K)

2016 | Tesis-Spesialis | SP Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan

Latar belakang: Kontrasepsi merupakan intervensi penting dalam mengurangi tingkat kesakitan dan kematian pada ibu, bayi, dan anak melalui pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan. Periode pascasalin dini adalah waktu yang sangat menguntungkan untuk pemasangan IUD pascasalin. Wanita yang baru saja melahirkan sering sangat termotivasi untuk menggunakan kontrasepsi, dan keadaan ini memberikan kenyamanan bagi pasien dan penyedia layanan kesehatan. Keuntungan dari IUD pascasalin adalah aman, efektif dan tidak adanya kandungan hormonal, sehingga dapat menghindari efek terhadap proses menyusui. Hal ini menjadi sangat penting untuk mendukung program keluarga berencana melalui penggunaan IUD pascasalin. Tujuan: Membandingkan keamanan dan keefektifan metode insersi IUD CuT 380A pascasalin menggunakan R_inserter dan klem cincin. Metode: Penelitian ini adalah uji coba klinis secara random, pengambilan sampel dilakukan di tiga puskesmas yaitu Mergangsan, Jetis dan Tegalrejo. Dibutuhkan subyek sebanyak 208 yang dibagi menjadi dua kelompok secara alokasi random yaitu kelompok perlakuan (insersi IUD pascasalin menggunakan R_inserter) dan kelompok kontrol (insersi IUD pascasalin menggunakan klem cincin). Pengamatan dilakukan pada minggu pertama setelah insersi dan dilanjutkan setiap bulan setelahnya. Parameter yang diamati untuk keamanan adalah kejadian nyeri, perdarahan, infeksi, translokasi, perforasi, pelepasan IUD, ekspulsi dan kelangsungan pemakaian IUD pascasalin. Parameter untuk keefektifan berupa kejadian kehamilan. Uji Chi square digunakan untuk analisis statistik. Hasil: Terdapat 208 subyek dilakukan insersi IUD CuT 380A pascasalin, yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu R_inserter 104 dan klem cincin 104. Tidak ada perbedaan usia kehamilan, paritas dan waktu insersi antara dua kelompok. Perbandingan parameter keamanan antara kelompok R_inserter terhadap kelompok klem cincin selama enam bulan pemantauan diperoleh kejadian nyeri lebih rendah pada kelompok R_inserter dibanding kelompok klem cincin yakni 4,9% vs 10,6% (RR: 0,46, 95% CI: 0,16-1,27), sedangkan angka kejadian perdarahan, infeksi, perforasi, translokasi, pelepasan, ekspulsi serta kelangsungan pemakaian IUD tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik antara dua kelompok. Perbandingan keefektifan antara kelompok R_inserter dengan kelompok klem cincin selama enam bulan pemantauan tidak didapatkan kejadian kehamilan,. Kesimpulan: Penggunaan R_inserter untuk insersi IUD CuT 380A pascasalin aman dan efektif. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara penggunaan R_inserter dengan klem cincin untuk insersi IUD pascasalin.

Background: Contraception is a key intervention in reducing maternal, newborn, and child mortality and morbidity through preventing unintended pregnancy. The immediate postpartum period is a particularly favorable time for IUD insertion. Women who have recently given birth are often highly motivated to use contraception, and the circumstance offers convenience for both the patient and the health care provider. An advantage of postpartum IUD is save, efective and its lack of hormonal content, avoiding any effect on breastfeeding. It is very important to encorage the family planning program through the use of postpartum IUD. Objective: To compare the safety and effectiveness of postpartum CuT 380A IUD insertion method between R_inserter and ring forceps Method: This study was a randomized clinical trial, sampling was conducted in three Puskesmas (primary health centres): Mergangsan, Jetis and Tegalrejo. A total of 208 subjects needed, conducted random allocation, devided into two groups consisting of subjects for exposed group (inserted postpartum IUD using R_inserter) and control group (inserted postpartum IUD using ring forceps). Follow up was conducted in the first week after insertion and continuing every month thereafter. Observed parameters for safety were pain, bleeding, infection, translocation, perforation, removal, expulsion and continuity rate of using postpartum IUD. Observed parameters for effectiveness was pregnancy. Chi square test was used for statistical analysis. Result: There were 208 subject with CuT 380A IUD postpartum insertion, divided into two groups: 104 using R_inserter and 104 ring forceps. There were no differences among term of age, parity and insertion time between two groups. Safety parameters comparation between R_inserter and ring forceps group during six months follow up found pain event rate in R_inserter lower than ring forceps grup, 4.9% vs 10.6% (RR: 0.46, 95%CI: 0.16-1.27). The overall result showed that there were no statistically significant difference among those even rate (bleeding, infection, perforation, translocation, removal, expulsion and continuity cumulative). Effectiveness parameters comparation between R_inserter group and ring forceps group during six months follow up fond no pregnancy. Conclusion: Postpartum insertion of CuT 380A IUD using R_inserter was safe and effective. There was no statistically significant difference safety and effectiveness between R_inserter and ring forceps for postpartum IUD insertion.

Kata Kunci : keamanan, keefektifan, IUD pascasalin, R_inserter.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.