ANALISIS PRESTASI KERJA PEMBUATAN VENEER PADA INDUSTRI KAYU LAPIS DI U.D ABIOSO BOYOLALI
NURUL HALIMAH EKA PAWITRA SARI, Dr. Ir. Nunuk Supriyatno, M.Sc.
2016 | Skripsi | S1 KEHUTANANIndustri pengolahan kayu merupakan industri yang mengolah kayu atau bahan berkayu (hasil hutan atau hasil perkebunan, limbah pertanian dan lainnya) menjadi berbagai bentuk produk baik yang masih menampakkan sifat fisik kayu maupun produk yang sudah tidak menampakkan sifat fisik kayu. Proses pembuatan kayu lapis dibagi menjadi dua bagian, yaitu pembuatan veneer dan pembuatan kayu lapis. Pembuatan veneer merupakan tahapan awal dan dilanjutkan dengan pembuatan kayu lapis. Saat ini telah banyak industri kayu lapis yang mengambil pasokan bahan baku yang berasal dari hutan rakyat. Hutan rakyat dipilih sebagai pemasok bahan baku karena sumber daya hutan alam mulai berkurang dan mulai berkembangnya hutan rakyat disekitar areal industri. Metode penelitian yang digunakan adalah pengamatan waktu kerja. Metode yang akan digunakan dalam pengambilan data adalah repetitive timing method . Metode ini menghitung atau mencatat waktu dari masing-masing elemen, dimana pada penelitian ini diameter bahan baku merupakan faktor yang menentukan. Penelitian dilakukan di U.D ABIOSO. Sampel yang digunakan adalah pengupasan lembaran veneer core dan face/back. Hasil penelitian yang diperoleh pada jenis core pada kelas diameter 21cm- 27cm merupakan kelas diameter optimal dengan prestasi kerja 1,7590 m3/jam. Prestasi kerja yang dihasilkan pada jenis face/back kelas diameter 30cm-35cm adalah 1,4427 m3/jam merupakan kelas diameter optimal.
The wood processing industry is an industry which process a wood or wood materials (timber forest product, plantation product, or agriculture waste) into various products form that still have its physical wood properties or have not its physical wood properties. Plywood making process divided into two parts, those are veneer making and plywood making, the first step is making a veneer and then making the plywood. Community forest today become a raw materials supply for plywood industry, it is because the development of community forest resource around the industry is rising. This research was conducted at U.D Abioso. Data collected through raw material supply diameter in debarking veneer process of core and face/back layer with repetitive timing method. This method was used to measure and record the time for each element. The result showed that the optimum diameter for debarking veneer process of core layer was between 21 cm - 27 cm with its work performance 1,7590 m3/hour and 30 - 35 cm was an optimum diameter for face/back layer veneer process with its work performance 1,4427 m3/hour.
Kata Kunci : Pembuatan Veneer, Prestasi Kerja, Diameter Optimal