Pengaruh perubahan tick size terhadap kualitas pasar :: Studi empiris di Bursa Efek Jakarta
WIJANARKO, Agung, Dr. Gudono, MBA
2002 | Tesis | Magister ManajemenPengujian terhadap dampak microstructure pasca perubahan dan implementasi kebijakan tick size selalu menarik perhatian peneliti, mengingat fenomena tersebut relatif jarang terjadi. Sejalan dengan faktor tersebut, pengujian tentang tick size sering dikaitkan dengan konsep yang melatarbelakangi perubahan kebijakan itu sendiri. Sehingga banyak pengujian terhadap fenomena tersebut yang bersifat membandingan antara periode pra dan pasca kebijakan. Disamping faktor tersebut diatas, hal yang tak kalah menarik adalah bahwa selama ini temuan penelitian di beberapa bursa menunjukan beberapa dampak yang bervariasi. Oleh karena itu, beranjak dari faktor-faktor diatas, peneliti dalam kajian ini mencoba menguji dampak kebijakan tick size di BEJ dengan mengacu kepada dasar teori sebagaimana di kemukakan oleh Harris (1994). Sehingga secara ringkas, maksud dan tujuan penelitian adalah untuk mencari penjelasan teoritis dan empiris terhadap dampak yang terjadi sehubungan dengan penetapan perubahan kebijakan dari single fraksi menjadi multi fraksi, yaitu berdasarkan ketetapan Kep-33 “BEJ/102000. Dampak yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kepada hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pasar. Terutama terhadap variabel-variabel ekonomis yang berhubungan dengan faktor endogen di dalam pasar yaitu spread, depth dan volume. Dan kesimpulan atas penelitian ini dapat disampaikan menjadi sebagai berikut, bahwa kebijakan yang diambil oleh BEJ dalam iniplementasinya bersifat ambigu dan tidak tegas. Dimana hal tersebut tercermin dalam lemalmya hubungan antara konsep yang melandasinya dengan temuanfa'kta yang terjadi di pasar, mengingat tidak tercapainya variabel-variabel ekonomis sebagaimana teori dan konsep yang melatarbelakanginya.Terlebih bila dith atas reaksi pasar terhadap ketiga variabel penelitian diatas, dimana lebih Sb€5itik terhadap fakta yang terjadi di segmen harga saham menengah dan atas.; Yaituf spread ditemukan menurun meskipun secara formal sebenarnya justru dinaikan, dan selanjutnya depth juga ditemukan menurun. Atas temuan tersebut sekilas hal ini sesuai dengan prOposisi Harris (1994), namundemikian tidak demikian adanya karena ternyata volume ditemukan juga menurun. Sehingga likuiditas pasar sebagaimana diamanatkan oleh perubahan tersebut tidak tercapai, dan secara agregat di kedua segmen harga ini justru terjadi penurunan kualitas. Sedangkan terhadap tujuan meredam volatilitas pasar di ketiga segmen harga saham tersebut secara nyata hal tersebut dapat dicapai oleh BEJ Atas temuan tersebut saran peneliti adalah kiranya BEJ dapat bersifat lebih hati- hati dalam menerapkan kebijakan perubahan tick size, dimana harus ada ketegasan motif yaitu sebagai upaya untuk menaikan provisi peserta pasar atau digunakan untuk menekan spread di pasar. Mengingat kedua-nya secara teoritik dapat berimbas terhadap likuiditas pasar, sehingga upaya untuk menciptakan “optimum tick†dapat terlaksana dengan baik.
Kata Kunci : Pasar Modal,Tick Size