Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Perilaku Sibling Rivalry pada Anak Usia Balita di Kalasan, Sleman
INDAH HARIYANTI, Itsna Luthfi Khalisa., Ns., MANP; Ley Lusmilasari., S.kp., M.Kes., Ph.D
2016 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Pada masa balita terdapat karakteristik pokok yang ditandai masa emosional anak yang tinggi seperti sering bertindak yang menyulitkan di mata orang dewasa. Masa emosionalitas anak sering kali diperburuk dengan hadirnya adik baru yang menimbulkan kecemburuan dan persaingan atau lebih dikenal dengan istilah sibling rivalry. Perilaku sibling rivalry muncul dalam bentuk agresi: mencubit, memukul, menendang adik dan regresi/kemunduran perkembangan: mengompol. Munculnya sibling rivalry dipengaruhi oleh jarak usia lahir yang terlalu dekat, usia anak saat adik dilahirkan, jenis kelamin dan sikap orangtua. Sikap orangtua kepada anak salah satunya dipengaruhi oleh pengetahuan orangtua, khususnya ibu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku sibling rivalry pada anak usia balita di Kalasan, Sleman. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskripstif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan April 2016 dengan subjek penelitian adalah 95 ibu yang mempunyai pasangan balita dan memenuhi kriteria inklusi-eksklusi. Jumlah responden ditentukan dengan teknik purposive sampling. Proses pengambilan data menggunakan alat ukur yang diadopsi dari alat ukur Haryani (2012) dan Setiawan (2013). Analisis bivariat yang digunakan adalah Uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik, yaitu sebanyak 63,2%. Perilaku sibling rivalry yang dialami balita sebagian besar termasuk pada tingkat sedang (54,7%). Nilai koefesien korelasi antara tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku sibling rivalry adalah sebesar -0,111 dengan nilai signifikansi (p) 0,283. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku sibling rivalry pada anak usia balita di Kalasan, Sleman.
Background: In the phase when the children is under five, there are main characteristics which is shown by high-tempered emotional like doing something difficult for their parents. This emotional state is going worse with the precense of new-born baby that leads into jealousy which is often called sibling rivalry. Sibling rivalry turn up in aggressive behaviour, for example, pinch, hit, kick their younger sibling, and also in an regressif behavior, like wet the bed. Some of the reasons why the sibling rivalry happen is because of close birth distance, age of the children when the baby was born, sexuality, and parent's attitude. Parent's attitude is caused by the knowledge of the parent, especially mother. Objective: To determine the relationship between the level of mother's knowledge and sibling rivalry behavior in children. Method: This is a cross-sectional designed descriptive correlative research. The participants were 95 mothers who have 2 childs and were taken using purposive sampling on February 2015 - Mei 2016. Data were collected using modified Haryani questionnaire (2012) and Setiawan questionnaire (2013). Data were analyzed using the Spearman Rank. Result: Most of the mothers have good level of knowledge (63,2%). Most of the children experience moderate level of sibling rivalry (54,7%). Correlation coefficient between the level of mother's children and behavior sibling rivalry of childreens was -0,111 and significance level (p) 0,283. Conclusion: There is no significant relationship between the level of mother's knowledge and sibling rivalry behavior in children in Kalasan, Sleman
Kata Kunci : sibling rivalry, pengetahuan, balita