Laporkan Masalah

PERANCANGAN MODEL BISNIS GAMATECHNO CAMPUS SUITE (STUDI PADA PT GAMATECHNO INDONESIA)

AWALUDIN ZAKARIA, Didi Achjari, Dr., M.Com., Ak., CA

2016 | Tesis | S2 Manajemen

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kemenristekdikti menginginkan agar setiap perguruan tinggi secara tertib melaporkan aktivitas kegiatan akademik setiap semesternya secara online ke pangkalan data pendidikan tinggi (PD-DIKTI). Dari 2002 hingga akhir 2014, telah terjadi beberapa perubahan kebijakan perihal mekanisme pelaporan PD-DIKTI, dan secara progresif telah diupayakan agar perguruan tinggi-perguruan tinggi yang memiliki perangkat lunak administrasi akademik dapat lebih mudah dan lebih cepat memberikan laporannya. Peluang ini selaras dengan kebutuhan pemenuhan indikator visi 2020 PT. Gamatechno Indonesia untuk memiliki 500 pelanggan dari segmen perguruan tinggi. Melalui solusi Gamatechno Campus Suite yang telah dijalankan bisnisnya dalam kurun 11 tahun terakhir, perusahaan mengakusisi 93 pelanggan perguruan tinggi dari segala segmen. Diperlukan peningkatan kecepatan akuisisi pelanggan setidaknya 10 kali lipat dari kondisi yang sedang berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis Gamatechno Campus Suite yang sedang diterapkan sekarang, dan melakukan perancangan model bisnis baru untuk Gamatechno Campus Suite menggunakan kanvas model bisnis Osterwalder dan Pigneur. Penelitian ini dibatasi hanya pada segmen Sekolah Tinggi, dengan pertimbangan bahwa segmen sekolah tinggi mendominasi jumlah perguruan tinggi di Indonesia yaitu di atas 50%. Data penelitian diambil melalui teknik wawancara mendalam dengan pemilik bisnis (direksi PT. Gamatechno Indonesia) dan wawancara mendalam dengan para pelanggan dari segmen Sekolah Tinggi dengan panduan Wawasan Pelanggan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kanvas Model Bisnis. Dari hasil analisis didapatkan bahwa proposisi nilai yang pelanggan inginkan adalah perangkat lunak akademik yang matang, dengan tingkat dukungan yang tinggi ketika implementasi, dan dukungan terus menerus untuk kemudahan integrasi pelaporan PD-DIKTI. Adapun perumusan rencana aksinya adalah fokus pada kemitraan ke simpul jejaring perguruan tinggi, fokus pemasaran dan kekuatan produksi pada kompetensi inti di solusi akademik.

Indonesian government by means of Ministry of Research, Technology, and Higher-Education has decided that every college must submit their academic activities per semester to national database of higher education (PD-DIKTI). From 2002 until end of 2014, there have been several amendment of policies regarding reporting tool of PT-DIKTI, and government progressively has made more easiness on doing submission for every college that already has established academic administration software. This opportunity is aligned with PT Gamatechno Indonesia���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s 2020 vision to have 500 colleges as customers. For the last 11 years on doing business in higher education using Gamatechno Campus Suite as its champions, the company has already acquisite 93 colleges. The need to increase the speed of customer acquisition is a must, and need to be fast as ten times compared with the recent speed. This research aimed to analyze the existing business model of Gamatechno Campus Suite and design a new or modified business model using Osterwalder and Pigneur���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s business model canvas. This research is limited to be conducted only on the Sekolah Tinggi segment which donimate the market of higher education in Indonesia with the size more than 50%. Research data were gathered by in-depth interviews with the business owner (Director of PT. Gamatechno Indonesia) and with the customers particulary from Sekolah Tinggi segment. The interviews were guided using Customer Insight technique. The analytical instrument used in this research is the Osterwalder and Pigneur���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s Business Model Canvas. The conclusion of this research is that what customers want are a stable mature academic software, a high degree or amount of implementation assistancy, and endless support of integration easiness to obligate semester academic reporting known as PD-DIKTI. In order to implement this new business model, the company must focus on nurtuning partnership to higher education associatons, and focus also on marketing effort and production offort to the core need of higher education, which is in academic management software field.

Kata Kunci : perguruan tinggi, kanvas model bisnis, inovasi model bisnis, higher education, business model canvas, business model innovation