Perencanaan Bisnis Layanan Daring Terpadu Acara Pernikahan
ANTONIO FERNANDEZ , B.M Purwanto, Dr., M.B.A.
2016 | Tesis | S2 ManajemenBerkembangnya teknologi dengan sangat pesat, membuat para pebisnis perlu mulai meningkatkan daya saing mereka dengan amunisi teknologi yang tepat, tidak terkecuali untuk bisnis organisator pernikahan. Berkaca dari kondisi Jakarta yang dipenuhi dengan kemacetan, maka hal ini akan menjadi sesuatu yang cukup menggangu bagi pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan. Berawal dari kondisi tersebut, muncul ide untuk menggabungkan teknologi dengan bisnis organisator pernikahan konvensional. Hal ini ditujukan agar calon pasangan dapat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya hanya dengan sentuhan jemari di perangkat bergerak masing-masing, dan dari perangkat yang sama pasangan tersebut dapat langsung menuangkan ide serta melakukan transaksi pembayaran. Seluruh rangkaian proses tersebut akan didukung oleh tenaga kompeten di bidang organisator pernikahan melalui layanan daring yang terpadu. Data pada tahun 2014 menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia adalah sebesar 88,1 juta penduduk atau setara dengan 34,9% dari total populasi penduduk, selain itu data dari Kementrian Agama menunjukkan angka rata-rata pernikahan di Kantor Urusan Agama Jakarta mulai 2010 hingga 2015 berada di kisaran 10.558 orang per tahun. Berdasarkan data ini, potensi bisnis daring di Indonesia masih terbuka lebar. Adapun tesis ini disusun untuk membangun perencanaan bisnis sebuah layanan daring terpadu, yang ingin menjadikan teknologi sebagai sarana untuk mempermudah pasangan yang akan menikah untuk bertemu penyedia jasa layanan yang tepat dan berkualitas. Berbekal analisa pasar dari hasil wawancara dengan pihak terkait yang dituangkan dalam bentuk peta empati dan kanvas model bisnis, maka dibuatlah sebuah ide bisnis organisator pernikahan yang berbasiskan teknologi dengan mengedepankan perdagangan elektronik dan komputasi awan yang sedang menjamur di masyarakat saat ini. Untuk membuat perencanaan bisnis ini layak untuk dijalankan maka diperlukan analisa yang baik dalam hal strategi dan finansial sehingga para investor akan tertarik untuk mendanai bisnis ini. Dalam hal strategi, perancangan bisnis ini akan mulai menjaring rekanan dan tenaga kerja di awal tahun sebagai media untuk beroperasi dan menarik minat calon pelanggan. Di pertengahan tahun yang sama, calon pelanggan sudah mulai dijaring untuk pelaksanaan acara di tahun depan sehingga untuk tahun berikutnya sudah dapat dipastikan adanya pemasukan awal dari bisnis ini. Untuk mendukung strategi tersebut, maka diperlukan juga perhitungan kelayakan finansial yang terdiri dari estimasi arus kas dan evaluasi proyek. Dari asumsi perhitungan selama 5 tahun pertama, didapatkan nilai NPV sebear Rp 3.015.757.802 dengan IRR 218%. Dengan perhitungan ini, diharapkan investor tertarik untuk mendanai bisnis dengan periode pengembalian terdiskon yang sudah dapat diperoleh dalam waktu 6 bulan 18 hari.
Rapid technology advancement makes the businessmen need to start increasing their competitiveness with appropriate technology ammunitions, no exception to wedding organizer business. Reflecting on the Jakarta's condition which filled with traffic jam, it would be something that quite disturbing for couples who are preparing for marriage. From these conditions, came an idea to combine technology with conventional wedding organizer business so the couples can obtain information that is accurate and reliable by the touch of fingers on their mobile device, even from the same device the couples can immediately put an idea and conduct payment transactions. The whole process would be supported by competent employees in the wedding organizers field through integrated online services. Data from 2014 shows that internet users in Indonesia was 88,1 million people which are equivalent to 34,9% of the total population, in addition, data from the Ministry of Religious Affairs shows the average wedding in Religious Affairs Office of Jakarta from 2010 until 2015 is in the range of 10.558 people per year. Based on this data, it demonstrates the potential of online business in Indonesia. This thesis is prepared to build an integrated online service business plan that want to make the technology as a means to facilitate couples who will get married to met the appropriate and qualified wedding service providers. Armed with market analysis which are obtained from interview with the involved parties, in the form of an empathy map and wedding organizer business model canvas then a new wedding organizer business idea is made based on electronic commerce and cloud computing which are booming in community. In order to create a feasible business plan will require good analysis in terms of strategy and financial so that investors will be interested to fund the business. In terms of strategy, the business design will begin to encompass partners and employees in the early year to support operations and as a medium to attract the potential customers. In the middle of the same year, the prospectful customers need to be captured for the next year event implementation so for next year can be ascertained the existence of an initial revenue of this business. To support this strategy, it is also necessary to calculate the financial feasibility which consists of estimated cash flows and project evaluation. From the assumption of the first 5 year calculations, NPV value of Rp 3.015.757.802 with an IRR of 218% can be obtained. By this calculation, it is expected that investors will be interested in funding the business with the discounted payback period that can be obtained within 6 months 18 days.
Kata Kunci : layanan daring terpadu, perdagangan elektronik, komputasi awan, perencanaan bisnis, peta empati, kanvas model bisnis, kelayakan investasi