Laporkan Masalah

KEJADIAN DAN FAKTOR RISIKO ENDOMETRITIS KLINIS PADA SAPI POTONG DI KABUPATEN BANTUL

ERNA NUR RIZKI, Dr. drh. Surya Agus Prihatno, M.P.

2016 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Endometritis adalah radang lapisan uterus yang disebabkan mikroorganisme patogen. Penyakit endometritis klinis yang menyerang sapi potong menimbulkan kerugian ekonomi tinggi bagi peternak diantaranya days open panjang, peningkatan service per conception, tingkat kebuntingan menurun dan meningkatnya angka sapi diafkir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian dan faktor risiko endometritis klinis khususnya yang menyerang sapi potong di Kabupaten Bantul. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 300 ekor sapi potong betina dari 246 peternak. Faktor risiko yang berpengaruh pada endometritis klinis diperoleh dengan cara wawancara pemilik, pengamatan kandang dan ternak. Analisis data menggunakan uji deskriptif untuk mendeskripsikan data hasil kuisioner, selanjutnya dihitung besar persentase kejadiannya (%), dianalisis menggunakan Chi-square (x^2), dan Odds Ratio (OR) dengan program SPSS 16 untuk mengetahui asosiasi antara kejadian endometritis klinis dengan faktor risiko. Hasil Penelitian menunjukkan kejadian endometritis klinis pada sapi potong di Bantul yaitu 3%. Faktor risiko yang berasosiasi dengan kejadian endometritis klinis adalah sapi dengan penampungan kotoran di dalam dan di luar kandang, lantai kandang yang keras dengan bedding dan lantai tanah, sapi yang berumur kurang dari 3 tahun dan sapi yang berumur 3 sampai 5 tahun, serta sapi yang pernah mengalami kejadian pedet mati, distokia, retensi plasenta, dan abortus.

Endometritis is an inflammation of the lining of the uterus caused by pathogenic microorganisms. The disease that strike beef cattle pose a high economic losses for ranchers, including prolonged the days open, increased service per conception, decreased level of pregnancy rate, and the increased numbers of culling incident. This research aims to know the incident and risk factors of clinical endometritis on beef cattle in Bantul. Material research use in this study was 300 female cows from 246 breeders. Risk factors that affect clinical endometritis is obtained by interviews, observations both of owners and the cattle. Data analysis using descriptive data for describing test results of the questionnaire, the next big calculated incidence percentage (%), were analyzed using Chi square (����¯�¿�½���¯���¿���½2), and the Odds Ratio (OR) with the program SPSS 16 to know the association between the incidence of clinical endometritis with risk factor. The results showed the incidence of clinical endometritis on beef cattle in Bantul Regency was 3%. Risk factors associated with the incidence of endometritis is cow with clinical shelter dirt on inside and outside the enclosure, the enclosure hard floor with bedding and a dirt floor, cows aged less than 3 years and cows aged 3 to 5 years, as well as cows are never experienced the calf die, distokia, retention of the placenta, and abort.

Kata Kunci : Faktor Risiko, Endometritis klinis, Sapi Potong, Kabupaten Bantul