Laporkan Masalah

CORRELATION BETWEEN DERMATOPHYTES FOUND ON CATS AND IN THE ENVIRONMENT

JEANNE LIM ZHI YEN, LIM, Dr. drh. Soedarmanto Indarjulianto

2016 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Dermatofit merupakan fungi yang mampu menginfeksi jaringan berkeratin dan mengakibatkan penyakit dermatofitosis. Di dalam lingkungan, spora dermatofit dapat bertahan hidup sampai 12-24 bulan dan ini merupakan salah satu ancaman penyebab dermatofitosis pada kucing yang sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara dermatofit di dalam lingkungan dan kajadian dermatofitosis pada kucing. Sebanyak 40 sampel dikoleksi dari kerokan kulit disekitar lesi dari kucing penderita dermatitis serta pada lingkungan yang sering dikunjungi oleh kucing. Sampel dipupuk pada SDA dan diinkubasi pada suhu lingkungan sampai 14 hari. Hasil yang didapati dari kucing maupun lingkungan dievaluasi dan dibandingkan. Hasil penelitian ini didapatkan satu kasus (2.5 %) yang menunjukkan positif baik pada kucing maupun lingkungan. Sebanyak 18 sampel (45 %) positif dermatofit pada kucing tetapi negatif pada lingkungan. Selain itu, satu kasus (2.5 %) yang memperlihatkan dermatofit pada lingkungan tetapi tidak ditemukan pada kucing. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan yang sedikit antara dermatofit pada kucing dan lingkungan.

Dermatophytes are fungi that are capable of infecting keratinous tissue and causing disease known as dermatophytosis. In the environment, dermatophyte spores can stay dormant for up to 12-24 months, serving as a threat to infect new healthy cats and re-infect recovered individual. Thus, this research is carried out to investigate the correlation between dermatophytes found in the environment and those found on cats. Forty skins scrapes are obtained from the lesion margin of cats suffering from dermatitis and environment samples are taken by swabbing the places frequented by the sick cats i.e. cage or bed sheets. These samples are cultured in SDA at room temperature. Results are based on the macroscopic and microscopic observation. Based on the research, only one case (2.5 %) shows positive result in both cat and environment; 18 cases (45 %) shows positive result in cats but negative result in environment; dermatophytes is found in environment but not cat in one among 40 cases (2.5 %); while dermatophytes are absent in both cats and environment in the remaining 20 cases (50 %). Hence, it can be concluded that there are little correlation between dermatophytes on cats and in the environment.

Kata Kunci : Dermatophytes, cats, dermatophyte spores, environment

  1. S1-2016-340745-abstract.pdf  
  2. S1-2016-340745-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-340745-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-340745-title.pdf