HUBUNGAN LIBIDO TERHADAP KUALITAS EJAKULAT SEMEN KALKUN (Meleagris gallopavo) DENGAN METODE TEASER
MARIO BRAVIAN PERKASA, Drh. Sri Gustari, MP
2016 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANKalkun memiliki daya tetas telur yang rendah dikarenakan rendahnya libido kalkun jantan dan kualitas ejakulat yang buruk. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara libido dengan kualitas ejakulat kalkun. Sampel ejakulat diambil dari empat ekor kalkun jantan (Meleagris gallopavo). Tingkat libido diketahui dengan mengukur waktu reaksi pejantan ketika mendekati betina dan akan melakukan mounting. Ejakulat di koleksi setiap pagi dengan metode teaser, yaitu memancing pejantan menggunakan betina. Selama kalkun jantan melakukan mounting, ejakulat di tampung di tabung konikel yang di posisikan di sekitar kloaka selama pengoleksian. Pemeriksaan kualitas ejakulat meliputi konsentrasi spermatozoa, motilitas individu dan hidup-mati spermatozoa. Data yang diperoleh kemudian ditentukan nilai korelasi antara libido dan kualitas ejakulat menggunakan t-test pada program SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara libido dengan motilitas individu dan hidup-mati dari sepermatozoa (P>0.05) tetapi ada hubungan yang signifikan antara libido dengan konsentrasi dari spermatozoa pada ejakulat kalkun (P<0.05). Disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara libido dengan kualitas ejakulat karena adanya korelasi antara libido dengan konsentrasi spermatozoa.
Turkeys have a lower hatchability of eggs due to low libido gobbler and poor ejaculate quality. This research was conducted to determine correlation value between libido and ejaculate quality. Ejaculates were collected from four gobblers (Meleagris gallopavo). Libido level determined by measuring the reaction time when gobbler approach and mount the hen. Ejaculate collected in the morning using teaser method. When gobbler mounting ejaculated accommodated in conicle tube which is positioned around gobbler cloaca. Ejaculate evaluation including the concentration of sperm, precentages of individual motility and living-dead spermatozoa. The data were analized using t-test method on SPSS 16.0 program. The result showed there was no correlation between libido with sperm individual motility and living-dead spermatozoa (P>0.05), but there was significant correlation between libido with sperm concentration (P<0.05). It was concluded that libido influence sperm quality, because there was correlation between libido and sperm concentration.
Kata Kunci : Ejakulat, kalkun (Meleagris gallopavo), kualitas sperma, libido