Laporkan Masalah

PERBANDINGAN EKSPRESI HIF-1a PADA KISTADENOMA DAN KISTADENOKARSINOMA MUSINOSUM OVARII

DIAH APRILIA EKA, dr. Didik Setyo Heriyanto, Sp.PA., Ph.D.; dr. Rita Cempaka, Sp.PA.

2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar belakang: Hipoksia adalah kondisi kurangnya suplai oksigen pada jaringan. Proliferasi sel yang cepat, misalnya pada neoplasma, menyebabkan peningkatan kebutuhan nutrisi dan oksigen jaringan. Hal ini dapat memicu terjadinya hipoksia. HIF-1a adalah protein regulator utama yang bertanggung jawab terhadap adaptasi sel dalam kondisi tersebut. Semakin hipoksia suatu sel, semakin banyak HIF-1a yang diaktivasi. Beberapa penelitian menunjukkan perbedaan hasil ekspresi HIF-1a pada perilaku biologis neoplasma tertentu. Keberadaan HIF-1a sebagai promotor cell survival mungkin ikut berperan dalam progres pertumbuhan sel kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan ekspresi HIF-1a pada kistadenoma dan kistadenokarsinoma musinosum ovarii. Metode: Studi analitik potong lintang dilakukan pada 16 sediaan histopatologis kasus kistadenoma dan kistadenokarsinoma musinosum ovarii. Setiap sampel dipulas dengan metode imunohistokimia antibodi anti HIF-1a. Ekspresi positif HIF-1a pada nukleus atau sitoplasma dihitung dalam lima lapang pandang yang dipilih secara acak, kemudian dinyatakan dalam histoscore. Analisis statistik dilakukan dengan metode Mann Whitney-U Test (p<0.05) untuk membandingkan rerata histoscore ekspresi HIF-1a pada kistadenoma dan kistadenokarsinoma musinosum ovarii. Hasil: Ekspresi HIF-1a pada kistadenokarsinoma (mean: 53.41) lebih tinggi dibandingkan pada kistadenoma musinosum ovarii (mean: 3.18). Perbedaan ini signifikan secara statistik (p=0.002). Perbandingan ekspresi HIF-1a dengan ukuran tumor dan usia pasien menunjukkan hasil yang tidak signifikan (p=0.567 dan p=0.649, secara berurutan). Kesimpulan: Terjadi peningkatan ekspresi HIF-1a yang lebih tinggi pada kistadenokarsinoma musinosum ovarii dibandingkan kistadenoma musinosum ovarii dan signifikan secara statistik.

Background: Hypoxia is a condition where the tissues are not oxygenated adequately. In the aspect of neoplasia, tissue demand, such as nutrition and oxygen, were increased, which can lead to hypoxia. HIF-1a is the major regulator protein for cell adaptation to those conditions. When the cells undergo increasingly hypoxic microenvironment, more HIF-1a will be activated. Several studies showed different HIF-1a expression in biological behavior of certain neoplasia. The presence of HIF-1a as a cell survival promoter might take some part in the progression of neoplasia. The purpose of this study was comparing the HIF-1a expression in ovarian mucinous cystadenoma and cystadenocarcinoma. Method: Cross-sectional study conducted on 32 samples of ovarian mucinous cystadenoma and cystadenocarcinoma. Immunohistochemistry staining was performed using anti-HIF-1a monoclonal antibody. The positivity of HIF-1a expression were assessed in nucleus or cytoplasm, counted in 5 different random fields, subsequently stated in histoscore. Mann-Whitney U Test was used to compare the average histoscore in ovarian mucinous cystadenoma and cystadenocarcinoma (p value <0.05 considered as statistically significant). Result: HIF-1a expression in ovarian mucinous cystadenocarcinoma (mean: 53.41) was higher than HIF-1a expression in ovarian mucinous cystadenoma (mean: 3.18). The differences were statistically significant (p=0.002). The comparison between HIF-1a expression and tumor size was not statistically significant (p=0.567), as well as HIF-1a expression in patient's age (p=0.649). Conclusion: HIF-1a up-regulation in mucinous cystadenocarcinoma is significantly higher than in mucinous cystadenoma of the ovary.

Kata Kunci : Kistadenoma musinosum, kistadenokarsinoma musinosum, ovarium, HIF-1a, Hypoxia Inducible Factor-1a, imunohistokimia