Laporkan Masalah

EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS TAHUN 2014 SERTA PENGATASAN EXIT STRATEGY DANA HIBAH GLOBAL FUND DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANGKA BARAT

RIKA RAHAYU, Prof. Dr. Achmad Fudholi, DEA., Apt.; Dr. Diah Ayu Puspandari, M.Kes., MBA., Apt.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Pengelolaan obat anti tuberkulosis yang efektif dan efisien dapat mengurangi resiko kekosongan obat akibat expired date yang terjadi saat ini hampir di seluruh kabupaten/kota salah satunya di Kabupaten Bangka Barat. Peran kabupaten/kota dalam menjamin ketersediaan obat anti tuberkulosis sangat dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja perencanaan dan pengadaan OAT, serta strategi ketersediaan OAT dalam rangka exit strategy dana hibah Global Fund di Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan pengambilan data perencanaan dan pengadaan OAT secara retrospektif dan concurrent melalui pengamatan dan wawancara mendalam. Analisis data kuantitatif akan diukur menggunakan indikator untuk kemudian dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Data kualitatif berupa hasil wawancara dengan pihak-pihak terkait dalam perencanaan dan pengadaan OAT digunakan untuk memperkuat data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesesuaian dana pengadaan obat 148,5%, persentase ketepatan perencanaan OAT (kategori 1 : 110,5%, kategori 2 : 100%, sisipan : 0%, kategori anak : 131,1%), persentase penyimpangan perencanaan OAT (kategori 1 : 72%, kategori 2 : 64,3%, sisipan : 0%, kategori anak : 71,5%), tingkat ketersediaan OAT (kategori 1 : 43 bulan, kategori 2 : 34 bulan, sisipan : 0 bulan, kategori anak : 42 bulan), persentase kecocokan barang diterima dengan kesepakatan 0%, persentase keberhasilan pengadaan OAT 0% dan persentase kesalahan berita acara adalah 0%. Strategi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat dalam rangka exit strategy adalah dengan meningkatkan komitmen pemerintah daerah dalam penyediaan OAT sebesar 100%.

Management of anti-tuberculosis drugs are effective and efficient drug can reduce the risk of vacancy due to expired date happens today in almost all districts/cities one of them in West Bangka. The role of districts/cities in ensuring the availability of anti-tuberculosis drugs is needed. The purpose of this study was to determine the performance of the planning and procurement of OAT and OAT availability strategies in order to exit strategy Global Fund grants in Bangka Barat District Health Office. This research uses descriptive design with data acquisition planning and procurement OAT retrospective and concurrent through observation and interview. Analysis of quantitative data will be measured using indicators to then compared with the standards set by the Ministry of Health. Qualitative data in the form of interviews with stakeholders in the planning and procurement of OAT used to strengthen the quantitative data. The results showed that the percentage of drug procurement funds suitability of 148.5%, the percentage of planning accuracy OAT (category 1 : 110.5%, category 2 : 100%, inset : 0%, the category of children : 131.1%), the percentage deviation of planning OAT (category 1 : 72%, category 2 : 64.3%, inset : 0%, the category of children : 71.5%), the level of availability of OAT (category 1 : 43 months, category 2 : 34 months, inset : 0 months, categories of children : 42 months), the percentage of goods received match with the agreement of 0%, the percentage of successful procurement OAT 0% and the percentage of errors the handover is 0%. Strategies undertaken by the Department of Health West Bangka in order to exit strategy is to increase the commitment of the local government in providing funds OAT of 100%.

Kata Kunci : perencanaan dan pengadaan, ketersediaan, OAT

  1. S2-2016-373294-abstract.pdf  
  2. S2-2016-373294-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-373294-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-373294-title.pdf