KETERLAMBATAN PRODUKSI TELUR AYAM LAYER DI JANUPUTRA FARM SRUNEN CANGKRINGAN SLEMAN YOGYAKARTA
NEILA WAFA, Dr. drh. Michael Haryadi W, MP
2016 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN SVKegiatan praktek kerja lapangan Manajemen Unggas dilakukan di peternakan Januputra, Srunen, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, pada tanggal 9 Maret sampai 14 Maret 2015. Kegiatan praktek kerja lapangan ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai keterlambatan produksi ayam layer di Januputra farm. Metode pengambilan data diperoleh dengan cara mengikuti program kerja Januputra farm, pengamatan langsung, mencatat rekording dan wawancara dengan petugas penyuluh kandang dan pekerja kandang. Data yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan daftar pustaka. Hasil kerja praktek kerja lapangan yang diperoleh pada permasalahan produksi telur adalah adanya keterlambatan produksi telur. Produksi telur pada usia 22 minggu yang seharusnya mencapai 50%, tetapi di Januputra farm hanya berkisar 30%. Permasalahan yang terjadi ini dipengaruhi oleh rendahnya bobot badan pullet yaitu 1260 gram yang digunakan di Januputra farm. Hal tersebut dapat mempengaruhi kemunduran produksi, daya tahan produksi, performa ayam dan kualitas telur. Faktor lain yang mendukung rendahnya produksi di awal periode layer adalah kurangnya konsumsi pakan harian yang disebabkan karena kurangnya pemberian minum. Produksi telur di Januputra farm yang sebanyak 34,96% di minggu ke 22 pada hasil kegiatan praktek kerja lapangan dapat disimpulkan bahwa produksi telur di Januputra farm belum baik.
Kegiatan praktek kerja lapangan Manajemen Unggas dilakukan di peternakan Januputra, Srunen, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, pada tanggal 9 Maret sampai 14 Maret 2015. Kegiatan praktek kerja lapangan ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai keterlambatan produksi ayam layer di Januputra farm. Metode pengambilan data diperoleh dengan cara mengikuti program kerja Januputra farm, pengamatan langsung, mencatat rekording dan wawancara dengan petugas penyuluh kandang dan pekerja kandang. Data yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan daftar pustaka. Hasil kerja praktek kerja lapangan yang diperoleh pada permasalahan produksi telur adalah adanya keterlambatan produksi telur. Produksi telur pada usia 22 minggu yang seharusnya mencapai 50%, tetapi di Januputra farm hanya berkisar 30%. Permasalahan yang terjadi ini dipengaruhi oleh rendahnya bobot badan pullet yaitu 1260 gram yang digunakan di Januputra farm. Hal tersebut dapat mempengaruhi kemunduran produksi, daya tahan produksi, performa ayam dan kualitas telur. Faktor lain yang mendukung rendahnya produksi di awal periode layer adalah kurangnya konsumsi pakan harian yang disebabkan karena kurangnya pemberian minum. Produksi telur di Januputra farm yang sebanyak 34,96% di minggu ke 22 pada hasil kegiatan praktek kerja lapangan dapat disimpulkan bahwa produksi telur di Januputra farm belum baik.
Kata Kunci : produksi telur, keterlambatan produksi, periode layer. 12