PERAN KEPOLISIAN RI DALAM MEWUJUDKAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN LALU LINTAS DI KABUPATEN SLEMAN
WAFIYATUZ ZAHROH, Dr. Ambar Widaningrum
2016 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Peningkatan spirit kemanan dan keselamatan lalu lintas yang dilakukan oleh pemerintah RI melalui pembaharuan UU LLAJ pada tahun 2009 serta pelaksanaan Decade of Action (DoA) for Road Safety 2011-2020 dari PBB, terbukti mampu menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas di Daerah Istimewa Yogyakrta (DIY). Kabupaten Sleman selalu memiliki tingkat kecelakaan tertinggi, yakni antara 1200-an sampai dengan 1600-an kejadian setiap tahunnya dengan faktor pendorong utamanya adalah faktor pengemudi (human error). Oleh karena itu, Kepolisian memiliki tanggung jawab terbesar dalam upaya peningkatan keamanan dan keselamatan lalu lintas di Indonesia. Bagaimana peran Kepolisian Republik dalam upaya mewujudkan kemanan dan keselamatan lalu lintas di Kabupaten Sleman? Lantas bagaimana pula penerimaan (kesadaran hukum) pengguna jalan terhadap aturan keamanan dan keselamatan lalu lintas di Kabupaten Sleman? Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research) dengan metode penelitian campuran (mixed method). Subjek penelitian (informan) dalam penelitian ini dipilih secar purposive, meliputi: Satlantas Polres Sleman, pengguna jalan yang diwakili oleh sebagian mahasiswa UGM, serta pengguna layanan di Satlantas Polres Sleman. Pengumpulan data (informasi) dalam penelitian ini dilakukan melalui distribusi kuesioner, wawancara, dan observasi dengan teknik analisis deskriptif untuk memperoleh gambaran atas fenomena yang diteliti Penelitian ini menemukan bahwa Kepolisian dalam hal ini Satlantas Polres Sleman telah menempati perannya dalam upaya mewujudkan keamanan dan keselamatan lalu lintas jika dilihat dari pelaksanakan berbagai tugasnya. Namun demikian pelaksanaan tugas-tugas tersebut masih banyak memiliki kekurangan, misalnya saja kesan setengah-setengah dalam menjalankan tugas. Selain itu, praktik KKN dalam pelayanan dan penindakan hukum oleh Satlantas Polres Sleman yang didukung oleh kebutuhan masyarakat untuk menyelesaikan urusan dan masalah dengan lebih cepat masih banyak ditemukan. Pengguna jalan, dalam hal ini diwakili oleh sebagian mahasiswa UGM, mengetahui dan cukup memahami aturan keamanan dan keselamatan lalu lintas. Selain itu, pada umumnya mereka juga mendukung dan mengakui pentingnya aturan tersebut. Namun demikian, pelanggaran aturan keamanan dan keselamatan lalu lintas masih banyak dilakukan. Pelanggaran-pelanggaran tersebut terjadi karena berbagai faktor pendorong, diantaranya karena padatnya lalu lintas, pengawasan dan penindakan yang masih buruk, untuk efisiensi waktu, karena tergesa-gesa, dan proses birokrasi dalam pengurusan dokumen kendaraan dan pengendara yang masih sulit dan cukup berbelit-belit.
Improved spirit security and traffic safety conducted by the Indonesian government through renewal of UU LLAJ in 2009 and the implementation of the Decade of Action (DoA) for Road Safety 2011-2020 of the United Nations, proved to reduce traffic accidents in Yogyakrta Special Region (DIY). Sleman Regency have the highest accident rate, ie, between the 1200s until the 1600s incidences of each year with the main cause is the factor of the driver (human error). Therefore, the police have a major responsibility for improving the security and safety of traffic in Indonesia. How is the role of the National Police in efforts to achieve security and traffic safety in Sleman? So how well the reception of (the legal awareness of) road user to safety rules and traffic safety in Sleman? This research is field research with mixed method. The subject of research (the informant) in this study were selected purposively, include: Sleman Traffic Police (Satlantas Polres Sleman), road users are represented by some UGM students, as well as the users of the service in the Sleman Traffic Police. The collection of data (information) in this research through the distribution of questionnaires, interviews, and observations with descriptive analysis techniques to obtain a picture of the phenomenon under study. This study found that the police in this case Sleman Traffic Police have been occupying role in efforts to achieve security and safety of traffic when viewed from the implementation of a wide range of duties. However, implementation of these tasks are still a lot of weakness, such as the impression of half measures in performing their duties. Moreover, corruption in the ministry and law enforcement by the Traffic Police Sleman supported by community needs to resolve the matter and issue faster still commonly found. Users, in this case represented by some students of UGM, know and understand safety rules and traffic safety. Moreover, in general, they also support and recognize the importance of the rule. However, violations of safety rules and traffic safety is still a lot to do. Such violations occur due to various driving factors, such as dense traffic, surveillance and enforcement is still poor, for time efficiency, because of haste, and bureaucratic processes in document handling vehicles and drivers are still difficult and quite convoluted.
Kata Kunci : Traffic, Rule of Police, Complience, Legal Awareness.