Pengaruh Kerapatan Incising dan Lama Pemvakuman Pengawetan Kayu Gubal Jati Prospektif dengan Pengawet Permethrin Terhadap Serangan Rayap Kayu Kering (Cryptotermes cynocephalus Light.)
FIYAN TANGGUH P, Tomy Listyanto, S.Hut., M.Env.Sc, Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 KEHUTANANKayu jati merupakan salah satu jenis kayu komersial yang paling diminati oleh masyarakat untuk berbagai produk mebel. Kayu jati memiliki kekuatan dan keawetan yang bagus serta pengerjaannya yang mudah. Minat terhadap kayu jati semakin meningkat menyebabkan persediaan kayu jati masak tebang berkurang. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dilakukan pemuliaan pohon jati dengan kecepatan tumbuh yang tinggi salah satunya jati prospektif. Jati umur muda umumnya memiliki proporsi kayu gubal yang besar. Bagian gubal kayu jati banyak diserang oleh rayap kayu kering karena keawetan alaminya yang rendah. Sehingga perlu dilakukan proses pengawetan dengan bahan pengawet yang dapat mencegah serangan rayap kayu kering. Permethrin merupakan salah satu pengawet yang ramah lingkungan, mudah diperoleh, dan harganya yang murah. Hasil proses pengawetan juga dapat ditingkatkan dengan adanya perlakuan awal salah satunya incising. Dengan incising akan diperoleh peresapan yang seragam melalui lubang yang dibuat. Bahan yang digunakan adalah bagian gubal papan jati prospektif yang diperoleh dari tebangan jati umur 10 tahun di KPH Randublatung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial dengan dua faktor yaitu faktor kerapatan incising dengan kerapatan 0 lubang/m², 1000 lubang/m², 2000 lubang/m², 3000 lubang/m² dan faktor lama pemvakuman 15, 30 dan 45 menit. Rayap yang digunakan dalam penelitian ini adalah rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light.) sebanyak 50 ekor pada setiap contoh uji. Rayap diumpankan pada contoh uji yang sudah diberi tabung kaca sebagai tempat rayap dan diamati selama 4 minggu. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu absorbsi, retensi, penetrasi bahan pengawet, mortalitas rayap, pengurangan berat, dan derajat kerusakan contoh uji. Hasil penelitian menunjukkan kisaran hasil rata-rata pada parameter absorbsi sebesar 66,59-55,94 kg/m³, nilai retensi sebesar 4,14-7,94 kg/m³, 46-100% selama 4 minggu pengumpanan, pengurangan berat 0,02-0,50 gram, serta derajat kerusakan sebesar 1,364-28,477%. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa faktor lama pemvakuman berpengaruh nyata terhadap mortalitas rayap. Faktor kerapatan incising berpengaruh sangat nyata terhadap absorbsi dan retensi . Sedangkan untuk faktor lama pemvakuman berbeda sangat nyata terhadap semua parameter.
Teak wood is one of the most commercial timber species for many furniture product, due to its great strength, apperance as well as natural durability. There is gap between supply and demand of teak wood. Teak tree breeding has been developing to solve that problem. The prospective teak trees show high growth rates, height, and straight steam, which is possible to bbe harvested in younger age. However, harvesting prospective teak may result in higher proportion of sapwood, which is susceptible to dry wood termintes because of lowa natural durability. Incising is one of the promising pre-treatment to optimize preservation process. The aim was investigate the effect of incising density and vacuum duration on the quality of preservation process of prospective teak wood by permethrin against Dry Wood Terminates (Cryptotermes cynocephalus Light.) Attack. Absorbsion, retention, mortality, mass losses, and damage level were used as quality parameter of the preservation process. A total of 40 samples of sapwood were obtained from ten years prospective teak at KPH Randublatung, Blora Regency. Completely Randomized Design with two factor, incising density and vacuum duration, was used in this experiment. Incising densities were 0 holes/m², 1000 holes/m², 2000 holes/m², 3000 holes/m², while the vacuum duration were 15, 30, and 45 minutes. Absorbsion and retention were measured to investigated how much preservative could enter the wood. After treated, the sample were subjejcted to 50 dry wood terminates for each sample for duration of 28 days. Mortality, mass losses, and damage level were used as quality parameters of preservvation process. Variance analysis was used to determine the effect of the factor. Tukey HSD was used to find the difference. The results showed the range of the absorbsion, retention, mortality, mass losses, and degree of damage were of 66.59-155.94 kg/m³, 4.14-7.94 kg/m³, 46-100% 0.02-0.50 grams, and 1.364-28.477%, respectively. Variance analysis indicate that incising density significantly effect of absorbsion and retention, while vacuum duration significantly influence on all parametes.
Kata Kunci : Jati prospektif, incising, rayap kayu kering, pengawetan kayu, vakum