Keberhasilan Pembentukan Komitmen Pengurangan Gas Rumah Kaca dalam Joint Initiatives China - Amerika Serikat
ANINDHO PRIYO PRATOMO, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati
2016 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALABSTRAKSI Protokol Kyoto mengalami kegagalan sebagai perjanjian internasional yang efektif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Terdapat beragam usaha untuk membuat kembali perjanjian internasional yang efektif untuk mengurangi dampak negatif. Salah satunya mengubah level perjanjian, dari level multilateral ke level bilateral. Salah satu contoh adalah China dan Amerika Serikat membuat kesepakatan bilateral bersama mengenai global climate change dalam joint initiatives pengurangan gas rumah kaca pada November 2014. Perubahan situasi politik, terutama di dalam lingkup domestik, membuat kedua negara mengalami perubahan kebijakan di dalam negeri sendiri. Perubahan ke arah yang lebih kooperatif terhadap lingkungan yang timbul dari level domestik kemudian menimbulkan reaksi dari pihak lain, yang berupa kesepahaman untuk melakukan komitmen yang lebih besar diantara kedua negara. Hal ini merupakan cerminan permainan koordinasi (game coordination). Dinamika perundingan AS-China menunjukkan bahwa proses pembentukan kebijakan yang efektif bukan berasal dari level I (internasional) ke level II (nasional), melainkan dari level domestik dahulu yang kemudian diteruskan di level internasional. Keywords: Kerjasama internasional, two-level games, pembuatan kebijakan nasional, permainan kerjasama
ABSTRACT The Kyoto Protocol have failed as an effective international agreement to reduce greenhouse gas emissions. There are variety of efforts to create an effective international treaty to reduce negative impacts. One of them is altering the agreement geometry, from the level of multilateral to bilateral level. One example is China and the United States made a joint bilateral agreement on global climate change in a „joint initiatives‟ of greenhouse gas reduction in November 2014. Changes in the political situation, especially in the domestic level, making both countries have experienced change of policy in their own. Changing towards a more cooperative act on the environmental issues arising from the domestic level then elicit a reaction from the other party, in the form of understanding to take greater commitments between the two countries. This is a reflection of the coordination game (game coordination). The dynamics of the US-China talks show that the process of establishing an effective policy comes not from level I (international) to level II (national), but from the domestic level first and then pushes into international level.
Kata Kunci : International cooperation, two-level games, national policy-making, game cooperation