Pengaruh persepsi keadilan kompensasi terhadap motivasi kerja pegawai di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Lampung Tengah
FADLI, Akhmad, Drs. Gugup Kismono, MBA
2002 | Tesis | Magister ManajemenTesis ini mempelajari aspek persepsi keadilan kompensasi dan pengaruhnya terhadap motivasi kerja pegawai. Persepsi mengenai keadilan komperisasi yang diterima menjadi salah satu motif perilaku pegawai dalani orgmisasi. Hal ini bila benar-benar diperhatikan dapat diarahkan guna pencapaian tujuan organisasi menjadi lebih efisien dan efektif Pengaruh antara persepsi kompensasi terhadap motivasi kerja pegawai merupakan suatu variasi perubahan yang terjadi pada motivasi kerja pegawai apabila persepsi kompensasi mengalami perubahan. Untuk itu kedua aspek ini dapat dikatakan memiliki bentuk hubungan yang fungsional. Dalam analisis tentang hubungan dan pengaruh antara persepsi keadilan kompensasi terhadap motivasi kerja pegawai dilihat sebagai suatu variabel yang uilidimensional. Natriun dalam analisis deskriptif mengenai tingkat keadilan kompensasi yang dipersepsikan oleh pegawai dilihat secara multidimensional dengan sub variabelnya keadilan eksternal, keadilan internal dan keadilan individu, sedangkan motivasi kerja dilihat secara unidimensional. Dari hasil penelitian yang dilaksanakan diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perigmuh :;ang positif dan signifikan persepsi keadilan kompensasi terhadap motivasi kerja pegawai. Pengaruh variabel ini membentuk sebuah model regresi. Tingkat hubungan korelasional kedua variabel ini terrnasuk dalam ketegori sedang dengan koefisien korelasi sebesar 0,577. Pengaruh persepsi keadilan kompensasi terhadap motivasi kerja pegawai memberikan sebuah Kesimpulan yakni variasi perubahan pada variabel persepsi keadilan kompensasi yang ditenma mampu menjelaskan variasi penibahan pada variabel motivasi kerja pegawai sebesar 32,00% dan sisanya sebesar 68,00% ditentukan oleh variabsl lain. Ini dibuktikan dari nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,320. Motivasi kerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh persepsi pegawai tentmng keadilan kompensasi yang diterimanya. Oleh sebab itu peningkatan motivasi kerja palu juga dilakukan melalui variabel-variabel lain selain variabel keadilan kompensasi. Seperti ketersediaan sumber daya yang memadai untuk dapat melaksanakan tugas, kondisi lingkungan kerja yang kondusif bagi kelancaran pelaksaiiaan tugas dan lain-lain.
This paper means to learn the correlation between perceived of reward or compensation and employee motivation. Perception about equity of reward is an employee behavioral motive in organization. The important of these can be used to reach organization goals more efficiently and effectively. Correlation between perceived of reward equity and employee motivation is a variation of motivation caused by variation on perception about Feward equity. Correlation of these makes a functional correlation. In descriptive analysis, perception of reward equity showed as multidimensional variables. This variable divided into external equity, internal equity and individual equity. Correlation analysis uses these variables shown as mi-dimensional. In this research we conclude, there are positive and significant correlation between perception of reward equity and employee motivation. Level of correlation is moderate. Variation of dependent variable (motivation) can be explained by variation of reward equity that perceived (independent variable). The relationship of these makes a regression model. Motivation is not influence by perception of reward equity only. Therefore, improving motivation of employee has to improve the other variables such as completely organization resources and conducive environment for reaching goals of organization
Kata Kunci : Motivasi Kerja,Persepsi,Keadilan Kompensasi