DAMPAK KENAIKAN HARGA KEDELAI TERHADAP KELAYAKAN USAHA INDUSTRI TAHU DAN TEMPE DI KOTA PEKANBARU
ENDAH PRATIWI, Dr. Ir. Slamet Hartono, S.U, M.Sc; Dr. Ir. Any Suryantini, M.M; Prof. Dr. Masyhuri
2016 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kenaikan harga kedelai tahun 2014 terhadap produksi, biaya produksi, keuntungan, kelayakan usaha dan nilai tambah pada industri tahu dan tempe di Kota Pekanbaru, serta strategi pengrajin dalam menyiasati meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga kedelai. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Data yang digunakan dalam adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan data primer dilakukan dengan survei dan menggunakan kuesioner. Jumlah responden penelitian ini adalah 20 pengrajin tahu dan 26 pengrajin tempe. Data sekunder diperoleh dari BPS Kota Pekanbaru. Metode analisis yang digunakan adalah analisis produksi, analisis biaya produksi, analisis keuntungan, analisis kelayakan usaha, analisis nilai tambah, dan analisis elastisitas produksi karena harga kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan harga kedelai tahun 2014 pada industri tahu berdampak menurunkan produksi 2,49% per bulan, meningkatkan biaya produksi 15,23% per bulan, menurunkan keuntungan 41,60% per bulan dan menurunkan nilai tambah 19,80% per kg kedelai. Pada industri tempe, kenaikan harga kedelai tahun 2014 berdampak menurunkan produksi 5,53% per bulan, meningkatkan biaya produksi 14,99% per bulan, menurunkan keuntungan 38,88% per bulan dan menurunkan nilai tambah 17,62% per kg kedelai. Industri tahu dan tempe masih layak untuk diusahakan. Strategi yang dilakukan oleh pengrajin setelah kenaikan harga kedelai adalah mengecilkan ukuran dan meningkatkan harga produk.
The objectives of this study were to know the impact of soybean–prices increasing on production, cost, profit, feasibility and values added of tofu and tempeh industry in Pekanbaru City, and also to know producers strategy to face the increasing of production-cost as a result of the increasing of soybean prices. The basic method of this research was descriptive analysis. This research used primary and secondary data. Primary data collected by conducting survey using questionnaire. The respondents were 20 tofu producers and 26 tempeh producers. Secondary data collected from The Center of Statistical Bureau at Pekanbaru City. The analytical method of this research were production, cost, profit, business feasibility, values added, and production elasticity on soybean prices analysis. The results of this research showed that the impact of increasing soybean-prices in year 2014 to tofu industry were decreasing of production 2,49% per month, increasing of production cost 15,23% per month, decreasing of profits 41,60% per month and decreasing of values added 19,80% per kg soybean. In tempeh industry, the impact of increasing soybean prices were decreasing of production 5,53% per month, increasing production cost 14,99% per month, decreasing profits 38,88% per month and decreasing values added 17,62% per kg soybean. Nevertheless, tofu and tempeh industry was still feasible to run. Producers strategy to face this situation was reduce the product size and increase the price of product.
Kata Kunci : Industri tahu dan tempe, kelayakan usaha, nilai tambah, strategi pengrajin.