Profil Kadar Insulin dalam Serum Darah Tikus Betina Wistar Setelah Pemberian Nanopartikel Insulin Per Oral
HAMINDAR R N P, Prof. Dr. Agung Endro Nugroho, M. Si., Apt.;Dr. rer. nat Ronny Martien, M. Si.
2016 | Skripsi | S1 FARMASIInsulin merupakan suatu protein yang akan terdegradasi apabila digunakan secara per oral. Formulasi nanopartikel insulin menggunakan polimer pembawa kitosan-pektin dan kitosan-karagenan dilaporkan dapat melindungi insulin dari degradasi enzimatik protease. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar insulin dalam serum darah tikus betina Wistar setelah pemberian per oral insulin, nanopartikel insulin dengan polimer pembawa kitosan-pektin (formula I) dan nanopartikel insulin dengan polimer pembawa kitosan-karagenan (formula II). Hewan uji yang digunakan adalah tikus betina Wistar berumur 8 – 12 minggu dengan berat badan 110 – 160 gram sebanyak 20 ekor yang dibagi secara acak menjadi 4 kelompok, yaitu: kelompok insulin dosis 100 IU/kgBB, nanopartikel insulin formula I dosis 100 IU/kgBB, nanopartikel insulin formula II dosis 100 IU/kgBB, dan kontrol negatif PBS pH 7,4. Pengukuran kadar insulin dalam serum darah dilakukan pada menit ke-0; 30; 60; 120; dan 240 dengan metode sandwich ELISA menggunakan ELISA kit (ALPCO, USA). Kadar insulin yang diperoleh dapat digunakan untuk menetapkan nilai AUC kadar insulin selama 240 menit, kemudian dilakukan analisis statistika One-Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% menggunakan software SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus yang diberi suspensi nanopartikel insulin formula I memberikan nilai AUC [(114,9917 ± 11,88) ng.menit/mL] yang paling tinggi jika dibandingkan nanopartikel insulin formula II [AUC = (77,3952 ± 3,44) ng.menit/mL], insulin [AUC = (67,8830 ± 2,17) ng.menit/mL] dan kontrol negatif PBS [AUC = (62,9713 ± 9,12) ng.menit/mL]. Hasil uji statistika menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai AUC yang signifikan (P < 0,05) antara kelompok nanopartikel insulin formula I dengan kelompok nanopartikel insulin formula II, insulin, dan kontrol negatif PBS, sehingga dapat disimpulkan bahwa formulasi nanopartikel insulin dapat meningkatkan kadar insulin dalam serum darah secara signifikan dan formulasi nanopartikel insulin menggunakan polimer pembawa kitosan-pektin lebih baik daripada formulasi nanopartikel insulin menggunakan polimer pembawa kitosan-karagenan.
Insulin is a protein that will be degraded when it is administrated orally. Nanoparticle formulation of insulin using chitosan-pectin and chitosan-carrageenan were reported to be able to protect insulin from protease enzymatic degradation. The aim of this study is to compare the levels of insulin in the blood serum of female Wistar rats after oral administration of insulin, insulin nanoparticles using chitosan-pectin (formula I) and insulin nanoparticles using chitosan-carrageenan (formula II). Twenty female Wistar rats (Age: 8-12 weeks; weight: 110-160 grams) were devided into 4 groups randomly: insulin dose 100 IU/kg BB, insulin nanoparticle formula I dose 100 IU/kg BB, insulin nanoparticle formula II dose 100 IU/kg BB, and negative control PBS pH 7.4. Measurements of insulin levels in the blood serum were conducted at minute 0; 30; 60; 120; and 240 using sandwich ELISA method. The parameter then analyzed with One-Way ANOVA using SPSS 16.0 software with reliability level 95%. The result of the study showed that formula I insulin nanoparticle give the highest AUC value [(114.9917 ± 11.88) ng.menit / mL] compared to formula II insulin nanoparticle [AUC = (77.3952 ± 3, 44) ng.menit / mL], insulin [AUC = (67.8830 ± 2.17) ng.menit / mL] and negative control [AUC = (62.9713 ± 9.12) ng.menit / mL]. Statistical test result showed that formula I insulin nanoparticle significantly increase insulin level in blood serum (P <0.05). It can be concluded that nanoparticle formulation of insulin increase insulin levels in blood serum significantly and nanoparticle formulation of insulin using chitosan-pectin better than nanoparticle formulation of insulin using chitosan-carrageenan.
Kata Kunci : Nanopartikel, Insulin per oral, Kadar Insulin, ELISA, AUC