Pengendalian kualitas produk di PT. Sari Husada
UDAYANA, Lumarta, Drs. Agus Achyari, MBA
2002 | Tesis | Magister ManajemenPT. Sari Husada merupakan salah satu produsen susu terbesar di Indonesia. Selain memproduksi produk sendiri (own product), PT. Sari Husada juga memproduksi produk lisensi. Salah satu produk lisensi yang masih di produksi sampai sekarang adalah Chill Mill milik Morinaga Jepang. Dalam kontrak lisensi, pada umumnya mencantum kewajiban bagi licensee untuk menjaga kualitas produk yang dilisensikan. Sehingga dalam tulisan ini akan dilihat apakah ada perbedaan pengendalian kualitas antara produk lisensi yang diwakili oleh Chill Mill dengan produk sendiri yang diwakili oleh SGM2. Unsur kualitas yang akan dibahas adalah unsur fisik atau kemasan yang merupakan salah satu unsur kualitas yang mendapatkan perhatian di PT. Sari Husada. Hasil analisa dengan menggunakan peta kontrol p (p-charts) menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kualitas pengemasan antara SGM2 dan Chill Mill. Hasil ini menunjukkan bahwa latar belakang produk yang berbeda tidak menyebabkan perbedaan kualitas pengemasan. Pengemasan yang tidak terkendali ini memberikan indikasi bahwa terdapat variasi penyebab khusus dalam pengemasan. Adapun faktorfaktor yang menyebabkan munculnya variasi penyebab khusus tersebut adalah mesin, manusia dan bahan baku yang digunakan
PT. Sari Husada is one of biggest milk producer in Indonesia. Besides own product, PT. Sari Husada produce licensed product such as Chill Mill JFom Morinaga, Japan. In licensed contract, generally state one of licensee obligation is keep the quality of licensed product. Based on the statement, in this thesis, we’ll analyze the diferences of quality control between licensed product (Chill Mill) and own product (SGM 2). Quality element that is analyzed is physic or packing. Packed is one of quality element that got special attention by PT. Sari Husada. According to analyzed result by using p-chart, showed that there is no diferences between SGM2 packing and Chill Mill packing. These result identifications that product background didn ’t cause diferences of packing quality. Uncontrolled packing showed there was special-causes variation in packing. Factors cause special causes variation are machine, operators and raw materials
Kata Kunci : Manajemen Produksi,Pengendalian Kualitas, Statistical Process Control, Control Charts, Uncontrolled