RISIKO PRODUKSI USAHATANI KEDELAI DI PROVINSI JAWA TIMUR
DWI RETNO MULYANTI, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc., Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P.
2016 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)Permintaan kedelai meningkat setiap tahunnya mengikuti peningkatan jumlah penduduk dan semakin berkembangnya industri makanan yang menggunakan bahan baku kedelai, namun produksi kedelai di Indonesia belum mencukupi kebutuhan masyarakat karena produktivitas yang rendah dan tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui pegaruh penggunaan input produksi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produktivitas pada usahatani kedelai di Provinsi Jawa Timur dan (2) mengatahui besarnya risiko produktivitas kedelai lahan sawah dan kedelai lahan bukan sawah di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan rumus produktivitas parsial untuk mengetahui rasio produksi terhadap luas lahan yang digunakan, kemudian digunakan analisis koefisien variasi untuk mengetahui besarnya risiko produktivitas pada usahatani tersebut. Selanjutnya, untuk melihat pengaruh penggunaan input produksi terhadap risiko produktivitas digunakan analisis regresi linear berganda, sedangkan untuk mengetahui perbandingan risiko produktivitas pada berbagai tipe lahan dilakukan analisis koefisien variasi pada masing-masing tipe lahan. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Jawa Timur dengan alasan Provinsi Jawa Timur memiliki produksi kedelai terbesar di Indonesia. Kabupaten yang digunakan sebagai sampel adalah Kabupaten Jember, Banyuwangi, Pasuruan, Lamongan, Sampang, Bangkalan, dan Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk Urea dan ZA yang berlebihan justru meningkatkan risiko produktivitas, sedangkan penggunaan pupuk TSP sesuai rekomendasi dapat menurunkan risiko produktivitas pada usahatani kedelai. Risiko produktivitas kedelai di lahan sawah lebih rendah daripada risiko di lahan bukan sawah. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh ketersediaan air di lahan sawah lebih memadai, sehingga menyediakan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kedelai.
Soybean demand increases every year following the increase of population and development of food idustry using soybean as basic material, but soybean production in Indonesia does not fulfill the social need because of the low and unstable productivity. The objectives of this research were to know : (1) factors that affect productivity risk on soybean in East Java and (2) the large of productivity risk on soybean in wet land and dry land in East Java. Partial productivity was used to know production ratio concerning the wide of used farmland, then analytical coefficient variation (CV) was used to know the large of productivity risk on the mentioned farm. Next, multiplied linear regression analysis was used to know influences of the use of production input concerning the productivity risk, whereas to know the comparasion of productivity risk on the various farmland type was done by using the analytical coefficient variation (CV) on each of the researched farmland type. The research was done in East Java. For the reason that East Java has the largest soybean production in Indonesia. The regencies were used as sample are Jember, Banyuwangi, Pasuruan, Lamongan, Sampang, Bangkalan, and Mojokerto. The results showed that the use of exaggerated Urea and ZA fertilizer could increase the productivity risk, while the use of TSP fertilizer agreeing with recommendation could decrease the productivity risk. The risk of soybean productivity in wet land was lower than dry land. It might be caused by the availability of water in the wet land was more sufficient, so it gave suitable conditions for the optimum growth of soybean plants.
Kata Kunci : produksi, produktivitas, usahtatani kedelai, tipe lahan / production, productivity, soy, type of land