Laporkan Masalah

Risiko Produksi Usahatani Padi di Daerah Istimewa Yogyakarta

KHUSNUN FAUZIYAH , Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc., Dr.Ir. Slamet Hartono, M.Sc.

2016 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)

Kendala atau risiko dalam peningkatan produksi padi di D.I.Yogyakarta adalah penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan serta dampak perubahan cuaca/musim dan adanya OPT. Penelitian bertujuan (1) mengetahui besarnya risiko produksi padi, (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi padi di D.I.Yogyakarta. Data yang digunakan yaitu data sekunder BPS hasil sensus pertanian 2013 di empat kabupaten/kota di D.I.Yogyakarta dengan jumlah data 3029 rumahtangga tani. Produksi dan input produksi direrata setiap kecamatan sehingga terdapat 55 kecamatan yang dijadikan sebagai sampel penelitian. Metode untuk mengetahui besarnya risiko produksi yaitu dengan nilai koefisien variasi dan analisis regresi untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi padi. Hasil penelitian yaitu usahatani padi sawah memiliki risiko lebih rendah daripada usahatani padi ladang yang diindikasikan dari nilai koefisien variasi sebesar 0,870 untuk padi ladang dan 0,844 untuk padi sawah, sedangkan usahatani padi di Kabupaten Gunungkidul memiliki risiko lebih besar dibandingkan dengan usahatani padi di Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulonprogo. Risiko produksi pada usahatani padi di D.I.Yogyakarta dipengaruhi oleh penggunaan pupuk kimia lainnya dan pestisida. Penggunaan pupuk kimia lainnya berpengaruh signifikan terhadap risiko tetapi tidak pada produksi padi, namun jika penggunaannya dikurangi akan meningkatkan produksi dan dapat menurunkan risiko produksi padi. Penggunaan pestisida tidak memberikan pengaruh terhadap produksi padi tetapi dapat menurunkan produksi, artinya jika penggunaan pestisida dikurangi maka dapat menurunkan risiko produksi dan dapat meningkatkan produksi pada usahatani padi di D.I.Yogyakarta.

The difficulties or risk for increacing production is overmuch for fertilizer and pesticide, upredictable weather changes, and plant disease. This research aims (1) to know the value of risk production on rice rice farming (2) to know the factors which influence rice farming in Yogyakarta. This research using secondary data from BPS, that came from agriculture census in 2013 involved 3029 farmers from four different regencies in Yogyakarta. The production and product input is calculated by averaging each district, so 55 districts as research sample can be found. The first method used for knowing production risk is varian coefficient value, the second method for regretion analysis, it used for knowing factors that influence production risk of rice farming in Yogyakarta. This result show that wet rice farming has a lower risk than dry rice farming indicated by coefficient of variance value 0,870 for dry rice farming and 0,844 for wet rice farming. Kabupaten Gunungkidul has higher risk of the risk farming than others regencies like Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo, and Kabupaten Sleman. While the risk of rice farming is influenced by fertilizers and pesticide. The use of chemichal fertilizer have a significant effect of risk production but not significant about rice production, however lower using chemical fertilizer can increasing rice production and decreasing production risk of rice farming. Pesticide using is not significant for rice production, but lower pesticide using decreasing production risk and increasing production of rice farming in Yogyakarta.

Kata Kunci : Kata kunci : Faktor Risiko Produksi, Produksi, Risiko Produksi

  1. S1-2016-331755-abstract.pdf  
  2. S1-2016-331755-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-331755-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-331755-title.pdf