DAYA SAING USAHATANI JAGUNG DI KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN SLEMAN
FARIKHA AGHNA R, Dr. Ir. Slamet Hartono, S. U., M. Sc.; Dr. Ir. Any Suryantini, M. M.; Prof. Dr. Ir. Masyhuri
2016 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis daya saing kompetitif dan komparatif usahatani jagung, dan (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing kompetitif jagung di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Responden yang digunakan sebanyak 45 petani jagung dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode yang digunakan adalah Policy Analysis Matrix (PAM) dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan usahatani jagung di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman saat musim kemarau 1 tidak memiliki keunggulan kompetitif tetapi memiliki keunggulan komparatif, sedangkan saat musim kemarau 2 memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Nilai Private Cost Value (PCR) dan Domestic Resource Cost (DRC) untuk musim kemarau 1 sebesar 1,04 dan 0,94, sedangkan musim kemarau 2 sebesar 0,79 dan 0,87. Kebijakan pemerintah yang diterapkan saat musim kemarau 1 belum berjalan secara efektif untuk meningkatkan daya saing jagung dan kurang berpihak kepada petani jagung, sedangkan kebijakan pemerintah yang diterapkan saat musim kemarau 2 memberikan dampak positif terhadap petani sehingga petani menerima keuntungan lebih besar. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing kompetitif usahatani jagung di Kecamatan Ngemplak adalah upah tenaga kerja dan luas lahan pertanian. Kenaikan upah tenaga kerja menyebabkan peningkatan nilai PCR sehingga daya saing usahatani jagung di Kecamatan Ngemplak yang dihasilkan akan semakin tidak kompetitif. Kenaikan luas lahan jagung menyebabkan penurunan nilai PCR di Kecamatan Ngemplak sehingga daya saing jagung yang dihasilkan akan semakin tinggi atau lebih kompetitif. Tidak ada perbedaan antara musim kemarau 1 dan 2.
This research aimed (1) to analyze the competitive and comparative advantage of corn farming, (2) to determine the factors affecting competitiveness of corn farming in Ngemplak District, Sleman Regency. The respondents were selected 45 farmers using the simple random sampling technique. The method used is Policy Analysis Matrix (PAM) and multiple linear regression analysis. The results showed that corn farming in Ngemplak District during dry season 1 do not have a competitiveness but have the comparative advantage, whereas during the dry season 2 have both competitive and comparative advantage. The Private Cost Value (PCR) and Domestic Resource Cost (DRC) for dry season 1 were 1,04 and 0,94, and for dry season 2 were 0,79 and 0,87. Government policies applied on dry season 1 have not been effectively implemented to increase the competitiveness of corn and giving less favors to farmers, while government policies applied when dry season 2 has a positive impact on corn farmers so that they received greater benefits. Factors that affects competitiveness of corn farming in Ngemplak District is labor wages and area of corn field. Increase of labor wage led to an increase value of PCR so competitiveness of corn farming in Ngemplak District would come out the less competitive. The increase of size of corn field cause a decrease in value of PCR in Ngemplak District so that corn produced will be a higher or more competitive. There is no difference between the dry season 1 and 2.
Kata Kunci : Kata kunci : jagung, kebijakan, komparatif, kompetitif