GAMBARAN POLA DAN BIAYA PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK DI APOTEK-APOTEK WILAYAH KOTA CILEGON BANTEN PERIODE JANUARI-JUNI 2015
MELISA EKA PRATIWI, Septimawanto Dwi Prasetyo, M.Si., Apt.
2016 | Skripsi | S1 FARMASIAnalgetika atau obat penghalang nyeri adalah zat-zat yang mengurangi atau menghalau rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Analgetik merupakan golongan obat yang paling sering digunakan untuk pengobatan nyeri dan mudah diperoleh baik dengan resep maupun tanpa resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan persentase biaya penggunaan obat golongan analgetik di apotek-apotek wilayah Kota Cilegon Banten periode Januari-Juni 2015. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif non eksperimental dengan pengumpulan data resep analgetik pada periode Januari-Juni 2015 secara retrospektif yang dilakukan dibeberapa apotek di wilayah kota Cilegon. Data yang dicari berupa data tentang pola penggunaan analgetik dan persentase biaya penggunaan analgetik. Data yang diperoleh berupa nama obat (generik dan nama dagang), jumlah obat, biaya penggunaan analgetik, dan biaya total penggunaan obat. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa analgetik merupakan obat yang cukup sering digunakan dalam resep dokter sebesar 38,84%, dari jumlah tersebut 50,98% merupakan obat generik dan 49,02% sisanya merupakan obat dengan nama dagang. Analgetik yang paling sering diresepkan adalah Parasetamol 47,51%. Analgetik dengan kombinasi yang paling banyak diresepkan adalah kombinasi dengan satu golongan obat yaitu golongan antimikroba (31,85%) dibandingkan dengan obat lain. Persentase biaya penggunaan analgetik dalam resep sebesar 31,72%.
Analgesics are substances that relieve or banish pain without losing consciousness. Analgesics are classified as the most commonly used drugs for pain treatment and obtainable either by or without prescription. This research aims to determine the pattern and percentage of usage charges for analgesics drug in Cilegon, Banten Province pharmacies during January - June 2015. This research was conducted with non-experimental descriptive method by collecting data of analgesics prescription during January - June 2015 retrospectively performed in several pharmacies in Cilegon, Banten. It determines the pattern of use and percentage of usage charges for analgesics drug. It contained drug name (generic name and trade name), the amount of drugs, and total cost of analgesic drugs usage. The result shows that the analgesics drug is used quite often in a prescription, that was about 38.84% with 50.98% of them is the generic drugs and the remaining 49.02% is a drugs with the trade name. The most commonly prescribed analgesic is Paracetamol (47.51%) and the most widely prescribed analgesic combination is the combination with one drug's class, which is the antimicrobial drug (31.85%) compared with the other drugs. The percentage of usage charge for analgesics prescription is 31.72%.
Kata Kunci : Pola penggunaan obat, analgetik, apotek, Cilegon