Manajemen persediaan obat di instalasi farmasi RSU Belawan Bahagia PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I
ANDAYANI, Emilda, Drs. Agus Achyari, MBA
2002 | Tesis | Magister ManajemenTujuan dan pembentukan rumah sakit milik BUMN sebagai unit yang berlaba antara lain untuk meningkatkan laba perusahaan secara keseluruhan. Rumah sakit diharapkan mampu untuk membiayai kegiatan operasionalnya sekaligus memberikan kontribusi laba kepada perusahaan. RSU Belawan Bahagia merupakan salah satu rumah sakit milik BUMN di bawah pengelolaan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. Salah satu upaya peningkatan pendapatan RSU Belawan Bahagia dilakukan melalui pelayanan farmasi. RSU Belawan Bahagia dituntut untuk mampu memberikan pelayanan farmasi yang berkualitas melalui kegiatan pelayanan yang efisien, agar dapat memberikan kontribusi laba. Tujuan dari penelitian yang dilakukan pada instalasi farmasi RSU Belawan Bahagia adalah untuk mendapatkan manajemen persediaan obat yang efisien. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Analisis ABC terhadap sepuluh item obat yang termasuk obat fast moving. Penelitian didasarkan atas persediaan dan permintaan sepuluh item obat tersebut pada periode Januari 2001 sampai dengan Juni 2002. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tiga item obat termasuk kelompok A dengan kontribusi sebesar 65% terhadap total biaya persediaan rata-rata, kelompok B sebanyak dua item dengan kontribusi sebesar 21% dan sisanya adalah kelompok Untuk kelompok B dilakukan penelitian terhadap tingkat persediannya dengan menggunakan model Economic Order Quantity (EOQ) dan terlihat bahwa biaya persediaan saat ini cukup tinggi. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa manajemen persediaan obat pada instalasi farmasi RSU Belawan Bahagia belum efisien Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi manajemen persediaan obat yang efisien pada RSU Belawan Bahagia, yaitu untuk menentukan tingkat persediaan yang menimbulkan biaya yang minimum tanpa mengganggu kegiatan operasional.
Purpose of hospital establishment into state owned corporation as profitable unit into increase organizational return in general. Hospital is expected to be able to fund whole operational activities as wel as contribute profit to the organization. General Hospital of Belawan Bahagia is one of state owned hospitals under management of Pelabuhan Indonesia I Corporation. One of efforts to increase income of the hospital is carried out through a pharmaceutical service. The General Hospital of Belawan Bahagia is demanded to have ability in giving a qualified pharmaceutical service through an efficient service enforcement in order that the hospital can contribute the profit. The research taken place in pharmaceutical installation of the hospital was intended to obtain an efficient management of medicine supply. The research was conducted by using ABC analistic approach to ten medicine items include fast moving drugs. The research was based on ten demended items of the drugs on January 2001 to June 2002 period. According to the result of the research could be found out that three items of the drugs included A category with contribution of 65% on total of average supply cost, B category consist of two items with contribution of 21%, and remains were C category. B category was directed to the supply Economic Order Quantity (EOQ) and it appeared that recently, the supply cost has been high enough. Based on the result could be concluded that management of drug supply in pharmaceutical installation of General Hospital of Belawan Bahagia has not been efficient. The expectation of this research may contribute an input on the management of the drugs supply for the hospital so that it can determine a supply degree that lead to the minimum cost without any disturbed operational activities.
Kata Kunci : Manajemen Produk,Rumah Sakit,Ketersediaan Obat, Drug inventory