TINGKAT BAHAYA EROSI DI KAWASAN SUB-DAS NAGUNG KULON PROGO
GILANG PRASETYA, Prof. Dr. Ir. Soepriyanto Notohadisuwarno, M.Sc; Ir. Rosich Attaqy, M.Sc
2016 | Skripsi | S1 ILMU TANAHKajian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab erosi dan persebaran wilayah potensial bencana erosi di kawasan Sub-DAS Nagung.Pendekatan yang dilakukan menggunakan rumusan USLE dan klasifikasi tingkat bahaya erosi Hammer beserta klasifikasi tingkta bahaya erosi BPDAS.Metodologi yang digunakan adalah penilaian erosi aktual dan potensial berdasarkan rumusan USLE yang disajikan ke dalam bentuk peta hasil olahan software ArcGIS 10.1.Studi ini melibatkan variabel erodibilitas, erosivitas, indeks lereng, indeks vegetasi dan indeks manajemen lahan.Hasil studi menunjukkan bahwa erodibilitas tanah di kawasan Sub-DAS Nagung dalam kelas yang cukup tahan erosi dengan nilai indeks 0,14; 0,15 dan 0,20. Permeabilitas tanah menjadi faktor kunci dalam penentuan nilai erodibilitas. Nilai erosivitas yang terjadi sebesar 701,33; 792,94 dan 853,19 dengan curah hujan maksimum per hari sebagai faktor penentu yang penting. Indeks lereng di kawasan tersebut sangat variatif yan diakibatkan kombinasi kecuraman lereng dengan panjang lereng yang berbeda di tiap wilayah penelitian. Tidak ada ditemukan dua wilayah yang memiliki indeks lereng yang sama. Vegetasi dan manajemen lahan memiliki peran penting dalam mengintersepsi kejadian erosi.Vegetasi dan manajemen lahan (CP) terbaik berupa lahan sawah teras tradisonal dengan vegetasi padi. Menurut Klasifikasi Hammer, tingkat bahaya erosi yang terjadi di kawasan sub-DAS bervariasi antara tingkatan erosi sedang hingga sangat berat sedangkan Klasifikasi BPDAS menyatakan bahwa kawasan Sub-DAS Nagung berada dalam tingkatan Erosi yang sangat ringan hingga sedang.
This research was aim to discovering causes of erosion and dispersion of erosion potential area in Sub-Watershed of Nagung. The result has been approach by using erosion valuation with USLE Equation and Hammer Clasiffication of Erosion-Hazard Rating and BPDAS Clasiffication. ArcGIS 10.1 map-processed was needed to make simple explaining for dispersion of erosion potensial area. This research involving aerodibilty, erosivity, llope index, vegetation and land support practice. Result showed soil on site was resistant from erosion with index value 0.14, 0.15 and 0.20. Soil permeability has been main determining factor of erodibility. Erosivity reached 701.33, 792.94 and 853.19 with maximum rain fall at-24 hours as main factor. Combination between length of slope with difference of slope steepness yield variance of slope index each area. Importance role to interferencing erosion be possessed by vegetation and land support practical.Paddy with traditional terraced have lowest index as mena it have best interferencing erosion at site. Dependence on Hammer Classification, Sub-watershed of Nagung has very high potensial erosion with largest area. Another area has adequate to high potensial erosion. Other result of valuing erosion has showed on BPDAS Classification. Sub-Watershed of Nagung has range a very low ti adequate actual erosion.
Kata Kunci : Erosi, Tingkat Bahaya Erosi, Klasifikasi Hammer, Klasifikasi BPDAS, USLE, Sub-DAS Nagung./ Erosion, Erosion-Hazard Rating, Hammer, BPDAS, USLE, Watershed of Nagung