PENGARUH JENIS BAMBU DAN PERLAKUAN EKSTRAKSI TERHADAP SIFAT FISIKA MEKANIKA PAPAN PARTIKEL DENGAN PEREKAT ASAM SITRAT
IKHWAN SYAHRI, D.Agr. Sc. Ragil Widyorini, S.T., M.T.
2016 | Skripsi | S1 KEHUTANANSampai saat ini limbah hasil pengolahan bambu belum dimanfaatkan secara optimal. Kandungan holoselulosa bambu dapat mencapai 72,99 %, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku papan partikel. Hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan papan partikel adalah kandungan ekstraktif. Jenis bambu yang berbeda memiliki kandungan ekstraktif yang berbeda. Pengaruh hilangnya zat ekstraktif bambu terhadap mekanisme perekatan dengan perekat asam sitrat belum pernah diteliti. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis bambu dan perlakuan ekstraksi terhadap sifat papan partikel dengan perekat asam sitrat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor yang berbeda, yaitu jenis bambu (bambu petung dan bambu wulung) dan faktor perlakuan ekstraksi (tanpa ekstraksi, ekstraksi air dingin, dan ekstraksi air panas). Perlakuan ekstraksi dingin dilakukan pada suhu ruangan selama 48 jam, sedangkan perlakuan ekstraksi air panas pada suhu 90-100�°C selama 3 jam. Pembuatan papan partikel ini dilakukan pada suhu kempa 180�°C selama 10 menit, tekanan spesifik 3,5 MPa, dan penambahan perekat asam sitrat 30%. Dimensi papan yang dibuat adalah 25x25 cm2 dengan target ketebalan 0,7 cm dan target kerapatan 0,9 g/cm3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi jenis bambu dan perlakuan ekstraksi berpengaruh nyata terhadap kerapatan papan, penyerapan air, dan keteguhan rekat internal papan. Faktor perlakuan ekstraksi berpengaruh nyata terhadap kerapatan dan penyerapan air, sedangkan faktor jenis bambu berpengaruh nyata terhadap kerapatan, kadar air, keteguhan rekat internal, modulus patah, dan modulus elastisitas. Sifat papan partikel terbaik diperoleh dari papan bambu wulung tanpa perlakuan ekstraksi yang masuk dalam standar JIS A 5908 tipe 18 dengan menghasilkan sifat fisika yaitu nilai rata-rata kerapatan 0,98 g/cm3, kadar air papan 6,57%, penyerapan air 25,85%, pengembangan tebal 4,55%, sedangkan pada sifat mekanika diperoleh nilai rata-rata keteguhan rekat internal yaitu 1,94 MPa, modulus patah 18,92 MPa, dan modulus elastisitas 5,43 GPa.
Waste from bamboo processing has not been optimally used until now. Hollocelulose of bamboo is around 72.99% which can be an alternative as raw material for particleboard. An important thing that need to be considered in particleboard manufacturing is the extractive content of the raw material. Different types of bamboo have a different content of extractive subtances. Effect of extractive on adhesion mechanism with citric acid has not been investigated. Therefore, this research aimed to know the effect of bamboo species and extraction treatment on physical and mechanical properties of particleboard with citric acid adhesive. This research used completely random design with two factorials, i.e. species of bamboo (petung bamboo and wulung bamboo) and extraction treatments (unextraction, cold water extraction, hot water extraction). Cold water extraction treatment was done at room temperature for 48 hours, while hot water was done at 90-100�ºC for 3 hours. Particleboards was produced by hot pressing at 180�ºC for 10 minutes, specific pressure 3.5 MPa, with additional citric acid adhesive 30%. The particleboard dimension in this research was 25x25 cm2 with thickness target 0.7 cm and density target 0.9 g/cm3. The result showed that interaction of bamboo species and extraction treatment affected significantly on density, water absorption, and internal bond strength. Extraction treatment affected significantly on increasing of density and water absorption, while bamboo species affected significantly on density, moisture content, internal bond strength, modulus of rupture, and modulus of elasticity. Wulung bamboo particleboard with unextraction treatment produced optimum properties that met standard of JIS A 5908 type 18, i.e. 0.98 g/cm3 of density; 6.57% of moisture content; 25.85% of water absorption; 4.55% of thickness swelling; 1.94 MPa on internal bond strength; 18.92 MPa of modulus of rupture; and 5.43 GPa of modulus of elasticity.
Kata Kunci : asam sitrat, bambu, jenis bambu, papan partikel, perlakuan ekstraksi.