Laporkan Masalah

ANALISIS FINANSIAL PENGENDALIAN PENYAKIT KARAT TUMOR PADA TANAMAN SENGON (Falcataria moluccana) DI RPH PANDANTOYO, KPH KEDIRI

AGIEL PRAKOSO, Agus Affianto, S.Hut., M.Si. ; Dr. Ir. Sri Rahayu, M.P

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap kayu yang semakin meningkat setiap tahunnya mendorong masyarakat yang dulunya mengandalkan hasil kayu hutan alam beralih memilih kayu sengon (Falcataria moluccana). Salah satu perusahaan yang membudidayakan sengon adalah KPH Kediri dengan menerapkan sistem agroforestri bersama tanaman semusim. Keadaan tegakan sengon di lokasi tersebut sayangnya banyak yang terserang penyakit karat tumor (gall rust) yang tentunya berpengaruh terhadap kerusakan tanaman dan produktivitas pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan finansial dari tegakan sengon yang ditanam bersama nanas atau jagung dengan mempertimbangkan pengaruh serangan penyakit karat tumor sehingga dapat diketahui komposisi mana yang terbaik jika ditinjau dari segi finansial dan kesehatan tanaman. Penelitian ini dilakukan di RPH Pandantoyo, KPH Kediri. Analisis data dilakukan dengan menggunakan 3 kriteria analisis finansial yaitu: NPV (Net Present Value), BCR (Benefit Cost Ratio), dan IRR (Internal Rate of Return).Skenario pengendalian penyakit karat tumor mengacu pada data sekunder intensitas penyakit (IP) di lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner kepada petani, observasi lapangan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan komposisi pola agroforestri terbaik jika ditinjau dari segi finansial dan kesehatan tanaman adalah pola agroforestri sengon dan nanas. Apabila penyakit karat tumornya segera dikendalikan pada umur 1 tahun (IP=2,018%) mampu menghasilkan nilai kelayakan finansial yang mendekati kondisi normal yaitu NPV Rp 109.968.886,56/ha/6 tahun; BCR 3,24; IRR 65%.

The increase of Indonesian society's demand for timber has led them to choose sengon (Falcataria moluccana) instead of tree from natural forest. One of company that cultivated sengon with tree-based intercropping of agroforestry system is KPH Kediri. The condition of mostly sengon in that location unfortunately is infected by gall rust disease and began devastating of tree productivity. This research aimed to determine a financial feasibility of sengon that is planted with pineapple and corn by considering gall rust infection so that the best tree-based intercropping system in either financial or plant health aspect can be determined. This research was conducted in RPH Pandantoyo, KPH Kediri. Data was analyzed with 3 criteria of financial feasibility: NPV (Net Present Value), BCR (Benefit Cost Ratio) and IRR (Internal Rate of Return). The scenario of gall rust disease control referred to secondary data of disease intensity (DI) of gall rust in site. Data were collected through questionnaire interview to farmer, field observation and documentation study. Result of research indicate that the best tree-based intercropping system in either financial or plant health aspect is sengon and pineapple. The control of gall rust disease in early first year (DI=2.018%) of this composition can achieve the financial feasibility that approaching to normal condition with NPV Rp 109,968,886.56/ha/6 year; BCR 3.24; IRR 65%.

Kata Kunci : financial analysis, agroforestry, gall rust, sengon