WAKTU ALIR, KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK MORTAR SEBAGAI BAHAN GRAUT UNTUK AGREGAT HALUS GRADASI HALUS DENGAN BAHAN TAMBAH GULA PASIR (Studi Kasus Perbandingan Volume 1 Semen : 0,5 Pasir; 1 Semen : 1 Pasir; 1 Semen : 1,5 Pasir; dan 1 Semen : 2 Pasir)
DIAN PANGARAPAN GARINGGING, Prof. Ir. Iman Satyarno, M.E., Ph.D
2016 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPILGraut mortar merupakan bahan pengisi struktur beton yang mengalami keretakan luar, keropos, penambalan coran akibat pengecoran yang tidak sempurna, perbaikan beton, pengisi sambungan, preplace agreggate concrete, menambal kebocoran pada bendungan, dan untuk perbaikan kondisi tanah. Dalam pelaksanaannya graut mortar sering mengalami masalah dalam hal kelecakannya, kuat tekan, dan kuat tarik di struktur beton yang ingin kita grauting. Nilai waktu alir berpengaruh pada bahan penyusun graut mortar sehingga untuk menambah waktu alir dibutuhkan suatu bahan tambah. Bahan tambah alami merupakan suatu pilihan alternatif yang sangat mudah didapat disekitar. Di dalam penelitian ini dibuat suatu campuran graut mortar dengan bahan tambah gula pasir merek MK yang merupakan perusahaan gula pasir lokal di Madukismo, D.I. Yogyakarta sebagai retarder. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bahan Bangunan DTSL FT UGM. Penelitian ini diawali dengan melakukan pengujian sifat-sifat dasar terhadap pasir, selanjutnya dilakukan pengujian graut pasta dengan campuran gula pasir 0,2% dari jumlah semen terhadap tiga merek semen yaitu Holcim, Gresik, dan Tiga Roda dengan fas 0,4; 0,45; 0,5; 0,55; 0,6; 0,65; 0,7. Dari ketiga merek semen itu dipilih yang memiliki pengaruh besar terhadap nilai waktu alirnya. Pengujian waktu alirgraut mortar dilakukan dengan alat corong alir dengan batas waktu antara 8 sampai 35 detik. Pengujian selanjutnya dicampur dengan agregat halus gradasi halus dengan berbagai variasi untuk mengetahui kuat tekan dan kuat tarik graut mortar. Variasi campuran semen banding pasir ialah 1:0,5; 1:1,0; 1:1,5; 1:2,0. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa gula pasir memiliki pengaruh terhadap waktu alir graut mortar. Pada pengujian waktu alir graut pasta didapatkan Semen Gresik dengan bahan tambah gula pasir memiliki waktu ikat paling lama yaitu sampai 240 menit dengan waktu alir 41 detik dibandingkan dengan Semen Holcim hanya sampai pada 30 menit awal dengan waktu alir 27,16 detik dan Semen Tiga Roda pada menit ke 30 sudah tidak mengalir dan waktu alir 12,88 detik. Nilai kuat tekan dan tarik graut pasta memiliki variasi dari ketiga merek semen pada setiap umur benda uji. Waktu alir optimum (mendekati 35 detik) pada graut mortar dengan bahan tambah gula pasir dicapai pada perbandingan semen : pasir 1:1,5 atau GH 1:1,5 dengan nilai fas 0,6 dengan waktu alir sebesar 31,07 detik. Nilai kuat tekan berbanding terbalik dengan besarnya nilai fas yang digunakan dan berbanding lurus dengan penambahan volume pasir pada setiap perbandingan. Nilai kuat tarik paling tinggi pada umur 28 hari adalah GH 1:0,5 sebesar 2,26 Mpa. Penambahan gula pasir pada graut akan meningkatkan waktu alir tetapi membuat kuat tekan dan tariknya relatif menurun jika dibandingkan dengan tanpa gula.
Grout used as a filler in a concrete cracks, porous, filling the imperfect casting, concrete repair, joint fillers, preplace agregat concrete, patching leaks in the dam, and soil improvement. Problems that often occur in the grouting process are depend on the viscosity level, compressive strength, and tensile strength. Viscosity level is influenced by grout material volume so to increase the flow time it takes additional material. The additional material is easy to get around. In this research, the sugar is added to the mortar grout from Madukismo in D.I.Yogyakarta as set retarder. The research was conducted at the Laboratory of Building Materials in Civil and Environmental engineering Department, Faculty of Engineering, Gadjah Mada University. It’s started with the research about the characters of fine aggregate. Then, testing the pasta grout with a mixture of sugar 0,2% of the cement (Holcim, Gresik, Tiga Roda) with water-cement ratio 0,40; 0,45; 0,50; 0,55; 0,60; 0,65; and 0,70. Of the three brands of cement were selected that had a major influence on the flow time. The viscosity test is using funnel flow methode which decide the optimum time is about 8 to 35 seconds. The next step is mixed with fine aggregate fine gradation with some variations to determine the compressive strength and tensile strength of the mortar grout. The variations mixture of cement with fine aggregate are 1:0,5; 1:1,0; 1:1,5; 1:2,0. The proper amount of sugar has an effect to the flow time of grout mortar. Cement Gresik has the longest initial setting time until 240 minutes with 41 seconds in flow time compared to Cement Holcim with 27,16 and Semen Tiga Roda with 12,88 seconds in flow time but both the initial setting time in 30 minutes early. The compressive and tensile strength of the three cements have variation values. The optimum flow time (approach 35 seconds) is 31,07 seconds with the comparison 1:1,5 cement and fine aggregate. The compressive strength is inversely proportional to the value of water cement factor used and directly proportional to the additional volume of sand in any comparison. The The value of the highest tensile strength at 28 days is GH 1 : 0.5 by 2.26 MPa . The addition of sugar in grout will increase the flow time but make the compressive and tensile strength relative decline as compared with no sugar.
Kata Kunci : graut mortar, gula pasir, Semen Gresik, waktu alir, kuat tekan, kuat tarik