Laporkan Masalah

Strategi pengembangan Taman Wisata Lejja Kabupaten Soppeng

DHAMRAH, Andi, Prof.Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com

2002 | Tesis | Magister Manajemen

Industri Pariwisata di Indonesia telah mengalami banyak perubahan, perubahan pertumbuhan ekonomi, perubahan kebijakan dan pemerintah, dan perubahan permintaan akan jasa pariwisata oleh masyarakat, Berbagai perubahan lingkungan bisnis menimbulkan tantangan yang akan dihadapi pengelola pariwisata pada era yang serba tidak menentu, namun demikian pada sisi perubahan lingkungan bisnis dapat dijadikan peluang bagi pengelola Taman Wisata Lejja. Meningkatnya persaingan pada bidang pariwisata akibatnya beberapa daerah yang mempunyai obyek wisata gencar mempromosikan daerahnya masing-masing, hal ini perlu dilakukan pengelola Taman Wisata Lejja agar senantiasa menjadi primadona pada sektor pariwisata di Kabupaten Soppeng. Dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 22/1999 tentang otonomi daerah dan diberlakukannya otonomi daerah secara nasional pada tahun 2001 yang lalu, maka setiap daerah berlomba-lomba menggali potensi daerahnya masing-masing untuk memasukkan Pendapatan Asli Daerah. Kabupaten Soppeng tidak tinggal diam untuk memasarkan salah potensi daerahnya yaitu Taman Wisata Lejja merupakan tempat rekreasi yang diharapkan dapat menjadi sektor andalan yang mampu memasukkan Pendapatan Asli Daerah Penelitian ini bertujuan untuk menginalisis lingkungan internal dan eksternal Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng sebagai pengelola Taman Wisata Lejja, memprediksi perubahan lingkungan internal dan eksternal yang terjadi seta pengaruhnya terhadap strategi masa yang akan datang dan melakukan formulasi strategi yang dapat diterapkan sebagai upaya memperbaiki kelemahan dan mencari peluang pengembangan Taman Wisata Lejja pada masa yang akan datang. Hasil penelitian ini dengan menggunakan analisis SWOT diperoleh kekuatan yang melebihi kelemahan serta peluang lebih besar, dari ancaman yang menunjukkan Taman Wisata Lejja berada pada kuadran I yang berarti strategi pengembangan pasar yang intensif dan berorientasi pada perturnbuhan (growth oriented strategy). Berdasarkan minks TOWS, maka pengelolaan strategi Taman Wisata Lejja adalah Strategi Strength Opportunities SO yang dapat memanfaatkan kekuatan untuk merebut peluang pasar sebesar-besarnya.

Tourism industry in Indonesia has been undergoing a lot of changes due to economic growth, government policy changes and the demand by the society regarding the tourism industry. Business environment changes in this uncertain era create great challenges and threats for tourism administrator, nevertheless, those changes can also be considered as opportunities for any tourism industry such as in Taman Wisata Lejja. The increasing competition within tourism industry causes several cities that have tourism object heavily promote its tourism object to other cities or countries. Those promotions efforts such as done by Taman Wisata Lejja aims to develop the image and design it as one of the main destination at Soppeng District. Government Act No.22/1999 regarding the regional autonomy that starts from 2001 will make every region to compete and promote its region for generating Regional Revenue (PAD). Soppeng district is struggling to market its region through Taman Wisata Lejja which is the tourism object expected to become the prominent sector for generating regional revenue (PAD). This research aims to analyze internal and external environment of Cultural and Tourism Board at Soppeng District as the administrator of Taman Wisata Lejja. In addition, it will also estimate the possibility of external and internal environment changes that will affect future' strategy formulation. It will also suggest strategy formulation that can be implemented as an endeavor to overcome the weaknesses and find every opportunity in developing Taman Wisata Lejja on the future. This research is based on SWOT analysis which show us that the strengths of Taman Wisata Lejja is greater than its weaknesses, meanwhile, the opportunities are bigger than the threats. The results show us that Taman Wisata Lejja is on the first quadran which implies that it is on the intensive market growth strategy and leading to growth oriented strategy. Based on TOWS matrix, the research suggests Taman Wisata Lejja implement Strength Opportunities (SO) Strategy which can use its strengths to grab every market opportunities.

Kata Kunci : Lingkungan Internal dan Eksternal, Analisis SWOT, Strategi pertumbuhan, Internal and external environment, SWOT Analisys, Growth strategy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.