Laporkan Masalah

PENGARUH PENAMBAHAN ASAM ORGANIK DALAM PAKAN TERHADAP PERSENTASE KARKAS AYAM BROILER

NOVI WIJAYANTI, Prof. drh. Hastari Wuryastuty, M. Sc., Ph. D.

2016 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Antibiotik sebagai promotor pertumbuhan banyak digunakan untuk campuran pakan dan menjadi bagian dari strategi pemenuhan nutrisi ayam broiler. Hal ini dapat meningkatkan resistensi bakteri patogen terhadap antibiotik dan menimbulkan residu antibiotik dalam produk daging ayam broiler. Asam organik sebagai zat antimikroba dapat digunakan untuk menggantikan antibiotik dalam pakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam organik dalam pakan terhadap persentase karkas ayam broiler. Penelitian dilakukan menggunakan 30 ekor DOC broiler yang dipelihara selama 35 hari dan diberi pakan komersial dengan tambahan asam organik natrium diformat. Ayam dibagi secara acak dan diberi tiga perlakuan, yaitu P0: kontrol (pakan tanpa asam organik), P1: perlakuan 1 (pakan dengan campuran 0,3% asam organik), dan P2: perlakuan 2 (pakan dengan campuran 0,5% asam organik). Berat badan ayam ditimbang setiap minggu, dan pada akhir pemeliharaan ayam didekapitasi kemudian ditimbang karkasnya untuk mengetahui persentase karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase karkas paling rendah terdapat pada kelompok P0, diikuti kelompok P1, dan rata-rata persentase karkas paling tinggi terdapat pada kelompok P2. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penambahan asam organik dengan konsentrasi 0,3% dan 0,5% pada pakan tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas ayam broiler.

Antibiotics as growth promoters widely used for feed additive and become a part of nutrition strategies in broiler. It can increase the resistance of pathogenic bacteria to antibiotics and lead to residues of antibiotics in broiler meat products. Organic acid as an antimicrobial agent can be used to replace antibiotics in broiler's feed. This study was conducted to determine the effect of dietary organic acids supplementation on the percentage of broiler's carcass. The study was conducted using 30 broiler DOC, reared for 35 days and fed a commercial feed with an additional organic acid, sodium diformate. Chickens were randomized and given three treatments, namely P0: control (feed without organic acids), P1: treatment 1 (feed with 0.3% of organic acids), and P2: treatment 2 (feed with 0.5% organic acids). Chicken's body weights were weighed every week, and at the end of the study, chicken decapitated then the carcass weighed to determine the percentage of carcass. The results showed that the lowest average percentage of carcass found in P0, following by P1, and the highest average percentage of carcass found in P2. Statistical analysis showed that the addition of organic acids with a concentration of 0.3% and 0.5% in the feed does not give a significant effect (P>0.05) to the percentage of broiler carcass.

Kata Kunci : broiler, asam organik, persentase karkas, berat badan, antibiotik/broiler, organic acids, carcass percentage, body weight, antibiotics